Dua anggota HMI Cabang Malang Babak belur dihajar Oknum Polisi Kota Malang

MALANG, Limadetik.com – Kejadian yang tidak seharusnya dilakukan oleh oknum kepolisan dengan kekerasan terhadap kader HMI yang pada hari Jum’at (13/3/2020) kemarin di depan markas besar HMI cabang Malang mendapat kutukan keras dari seluruh kader HMI Universitas Merdeka Malang.

Menanggapi hal itu Kabid PTKP Korkom Merdeka Sugiantoso mempertanyakan tugas dan funsi pihak Kepolisian dalam memberikan pelayanan dan pengayoman pada masyarakat terlebih pada mahasiswa.

“Polisi yang di kenal sebagai alat Negara untuk melindungi, mengayomi, melayani sesuai amanat konstitus, namun pertanyaannya adalah sudahkah amanat konstitusi Negara dilaksanakan dengan baik” tanya Kabid PTPK Korkom Merdeka, Sugiantoso, kepada media ini, Sabtu (14/3/2020).

Menurut Mahasiswa asal Kabupaten Sumenep ini,  jawaban yang pantas di jawab pada hari ini adalah oknum polisi yang keluar dari amanat konstitusi, dan itu terjadi ketika HMI Cabang Malang menyampaikan aspirasi masyarakat untuk kepentingan yang lebih besar malah di jegal dengan kekerasan yang tidak seharusnya dilakukan oleh oknum Kepolisan Polresta Kota Malang.

“HMI Cabang Malang tidak pernah membuat kegaduhan dalam menyampaikan demostrasi, itupun hak demokrasi kita untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang di atur dan dijamin dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945, tetapi kejadian tidak seharusnya terjadi dilakukan oknum Kepolisan, dan kami mengatakan ini tidak sesuai dengan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia” tegasnya lantang.

Ia menjelaskan, pada hari jum’at kemarin HMI cabang malang melakukan demostrasi untuk menolak RUU Omnibus law di depan kantor DPRD kota malang, dan meminta untuk bisa ketemu langsung kepada DPRD untuk menyampaikan secara langsung bahwa RUU Omnibus law yang di buat oleh penguasa tidak sesuai dengan kepentingan rakyat dan mengkebiri masyarakat kecil.

“Setelah kami (HMI) cabang malang menyampaikan aspirasi ini untuk di tindak lanjut oleh DPRD kota malang, tetapi kejadian yang tidak di inginkan oleh HMI cabang malang dengan tindakan represif oknum polisi membubarkan demostrasi HMI cabang Malang dengan tindak kekersan terhadap massa aksi yang beberapa kader HMI cabang malang terluka dan jadi korban pernganiayaan oleh oknum kepolisian Kota malang” tuturnya menyesalkan.

Dengan demikian, ungkap Sugik sapaan akrabnya, HMI korkom merdeka menyampaikan beberapa tuntutannya kepada pihak Kepolisian Kota Malang :

1. Mengecam keras tindakan Konyol yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian polresta malang kota.

2. Mendesak kapolres bertangungjawab atas peristiwa tindakan Represif terhadap kader HMI Cabang malang.

3. Mendesak kapolres untuk memberikan sanksi kepada pelaku oknum aparat kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap Kader HMI cabang malang

4. Meminta Kapolri untuk mencopot kapolresta malang kota atas kelalaian pengamanan yang terjadi pada saat aksi HMI Cabang Malang.

5. Kalau tidak mampu dari point 1 sampai 4 di laksanakan segara mundur dari jabatannya. (yd/efa/sgk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here