SUMENEPlimadetik.com — Ribuan umat Islam terlihat memadati halaman Masjid Jamik Sumenep, Jawa Timur. Kehadiran umat Islam kali ini untuk mengikuti Istighotsah dan pengajian akbar yang dihadiri langsung Da’i kondang KH.Ahmad Muafiq (Gus Muafiq) asal Jogjakarta.

Dalam acara Istighotsah dan pengajian Akbar yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW, dengan mengangkat tema “Merawat Keberagaman Meneguhkan NKRI”.

KH.Ahmad Muafiq atau yang dikenal Gus Muafiq dihadapan ribuan umat Islam Sumenep dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya merawat ke Bhinekaan dalam ukhwah Basyariah. Hal itu menurut Gus Muafiq untuk tetap bisa menjaga toleransi dalam beragama dan tidak lagi ada umat yang menjelek-jelekan Bangsa Indonesia dan seluruh yang ada di dalamnya.

“Saat ini Pancasila sebagai lambang Negara Indonesia di jelek-jelekin, Polisi TNI dan Negara kita dijelekin sama mereka yang tidak suka Bangsa ini damai seperti saat sekarang ini” kata Gus Muafiq dalam potongan ceramahnya, Rabu (9/10/2019) malam.

Menurut Gus Muafiq, Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang sangat besar, bangsa yang di dalamnya banyak Bangsa-bangsa lain yang tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI). Itu sebabnya perlunya para generasi-generasi saat ini menoleh kembali pada peradaban sejarah nenek moyang nya saat membangun Indonesia.

“Para generasi kita saat ini, kaum santri harus melihat sejarah di mana bangsa kita berdiri berkat pernuangan nenek moyang kita, itu yang jangan sampai kita lupakan apa lagi kita tinggalkan sebab akan jadi sebuah ancaman bagi negeri ini jika kita semua lupa akan perjuangan para ulama dan orang terdahulu yang berjuang membangun NKRI” tegas Kyai yang penuh humoris saat ceramah.

Diakhir ceramahnya, da’i kondang sekaligus orang yang dekat dengan almarhum KH.Abd.Rahman Wahid (Gus Dur) ini mengajak seluruh jamaah pengajian yang hadir untuk senantiasa tetap bersatu melawan orang-orang yang mengusik ketentraman dan kedamaian Indonesia.

“Saat nya kita kembali bersatu, jangan lagi ada 01 dan 02 itu semua sudah selesai, jangan mau dirusak kerukunan dan ketenangan kita dalam berbangsa dan bernegara” pungkasnya. (YD/LD)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here