SAMPANG, limadetik.com — Masih tingginya angka stunting Kabupaten Sampang sebesar 47, 9 persen per-tahun 2018, menjadi salah satu konsentrasi pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur  untuk terus memperbaiki kebutuhan gizi keluarga. Salah satunya dengan optimalisasi rumah pangan lestari (RPL) di Kabupaten Sampang.

RPL Perum Puri Matari, Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang menjadi salah satu pilot project pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pagan, bahkan tahun 2019 ini masuk salah satu penilaian Kabupaten sehat tingkat nasional, katagori ketahanan pangan dan gizi yang sehat.

RPL Perum Puri Matahari Kelurahan Karang dalam, Kabupaten Sampang

Slamet kabid komsumsi dan keamanan pagan. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sampang saat ditemui dilokasi RPS RT 5/ RW2 Perum Puri Matahari, ia mengatakan lokasi ini kurang lebih ada 30 kepala keluarga (KK) salah satu binaan kami agar warga bisa memanfaatkan pekarangan masing-masing untuk kebutuhan gizi sehat yang bervariasi mulai sayuran dan buah-buahan, Senin (9/9/2019).

“Kami melakukan pembinaan RPL di Kabupaten Sampang sejak 2016 lalu, saat ini sudah ada 6 lokasi RPL yang masih produktif diantaranya, Kelurahan Karang Dalem, Desa Gunung Maddah, Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Desa Tanah Merah, Kecamatan Torjun, Desa Bancelok, Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, dan Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang”.terang Slamet.

Lanjut Slamet, RPL ini salah satunya untuk peningkatan gizi keluarga, dibeberapa lokasi stunting ini juga sangat membantu ketersedian dan penganeka ragaman pangan keluarga, bahkan juga bisa untuk peningkatan ekonomi dengan hasil tanaman yang bisa dijual, adapun pemanfaatan karangan rumah itu bervariasi mulai dari lombok, terong, tomat, kangkung, sawi, kenikir, bawang merah, buncis, daun kelor, dll, sedangkan untuk jenis buah terdiri dari pepaya, mangga, jambu air, jeruk, dan lain-lain.

Sementara Mansur wakil ketua forum sampang sehat (FSS), sangat mengapresiasi beberapa warga yang bisa menciptakan RPL sebagai pemenuhan gizi yang bervariasi, terlebih lagi jika nantinya RPL yang berada di Kabupaten Sampang, bisa menambah nilai ekonomis mempu menjual hasil tanaman pekarangan secara berkelompok ini akan menjadi pengguatan ekonomi baru. (NOR/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here