Ilustrasi raskin

SUMENEP, limadetik.com — Mantan Kepala Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, A. Su’ud akhirnya ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jawa Timur. Dia sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak dua tahun lalu.

A Su’ud ditetapkan sebagai DPO atas dugaan kasus korupsi bantuan beras untuk warga miskin (Raskin) 2014. Dia diputus untuk penjara dalam sidang Kasasi Mahkamah Agung (MA).

“Penangkapan kami lakukan saat yang bersangkutan menghadiri agenda persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Kamis, 1 Agustus 2019,” kata Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Herpin Hadad, Selasa (13/8/2019).

Sesuai putusan Kasasi, A. Su’ud divonis satu tahun penjara. Selain itu, terpidana juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.

“Termasuk pula terpidana diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 213 juta,” ucap Herpin.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini A. Su’ud ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Sumenep. Penahanan dilakukan setelah putusan Kasasi MA turun.

Diketahui, pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada A. Su’ud, Kepala Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, atas korupsi bantuan Raskin 2014.

Berdasarkan hasil audit BPKP, perbuatan A Su’ud mengakibatkan kerugian Negara sekitar Rp 240 juta. Sedangkan majelis hakim menyimpulkan kerugian Negara lebih rendah, yakni sekitar Rp 213 juta.

Atas putusan itu, A. Su’ud melakukan Banding ke Pengadilan Tinggi dan Kasasi ke MA. Namun, putusan kedua lembaga penegak hukum menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Surabaya. (hoki/yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here