Ahmad Saleh Harianto, Kades terpilih pasongsongan (kanan) bersama Yant Kaiy dari limadetik.com

SUMENEP, Limadetik.com — Mengantisipasi tindak kriminal dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda, dipandang penting bagi Kades Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, untuk segera digalakkan keberadaannya. Ada satu kasus mengetuk hati nurani Kades Pasongsongan Ahmad Saleh Harianto karena ada salah seorang warganya tertangkap lantaran menjadi kurir narkoba.

Adalah Ach. Subaidi berusia 19 tahun warga Dusun Murasen Pasongsongan Sumenep ditangkap Satreskoba Polres Sumenep Jawa Timur karena hendak melakukan transaksi narkoba di Jalan Raya Pasongsongan.  Peristiwa penangkapan itu terjadi pada jam 17.15 WIB, Rabu (18/12/2019).

“Saya sangat prihatin dengan tertangkapnya Ach. Subaidi kemarin. Peristiwa mengejutkan ini telah menginspirasi saya untuk membuat satu gerakan pemberdayaan pemuda. Kami akan menyediakan ruang bagi mereka untuk mengembangkan bakatnya di Karang Taruna,” ujar Kades Pasongsongan Harianto kepada limadetik.com di rumahnya, Minggu (22/12/2019).

Lebih jauh Harianto memaparkan,  pemuda sebagai generasi potensial amat perlu diperhatikan. Mereka mesti dikawal dengan kebijakan Kades setempat.

“Power kaum muda cukup dahsyat. Karena di tangan pemudalah akan terjadi sebuah perubahan signifikan pada desa itu sendiri. Sangat diperlukan satu arahan agar tidak menyimpang dari norma yang ada,” pintas Harianto yang gelar sarjananya didapat dari Fakultas Peternakan UMM angkatan 1988.

Bagaimana dengan soal ekonomi atau uang jajan? Karena persoalan ini tak jarang orang bisa berbuat nekat.

“Ya, mereka harus punya penghasilan. Uang itu sebagai stimulan agar mereka tidak tergoda pada perbuatan melanggar hukum. Kalau mereka sudah mempunyai penghasilan, otomatis mereka akan fokus pada aktifitasnya. Hal ini sudah menjadi kajian saya. Kami akan membuat satu kebijakan pro pemuda,” sambungnya.

Menurut Kades Harianto, ke depan dirinya akan mendatangkan beberapa ahli dari dinas di Kabupaten Sumenep. Tujuannya akan diadakan berbagai pelatihan sebagai alternatif bakat yang dikehendaki dari pemuda itu sendiri.

“Kalau konsep ini dijalankan secara optimal, saya sangat yakin pemuda Desa Pasongsongan bisa meraih masa depannya lebih gemilang. Memang semua Allah yang menentukan, kita sebagai manusia wajib berikhtiar. Bagi saya ikhtiar merupakan sebuah jalan untuk menggapai asa,” pungkasnya mengakhiri wawancara. (*)

Penulis  : Yant Kaiy

Editor    : Yd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here