BANGKALAN, limadetik.com – Maraknya begal di wilayah Bangkalan yang sering terjadi terhadap mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akhir-akhir ini membuat pihak Kepolisian setempat geram dan bertindak. Namun sayang kali ini pihak kepolisian justru malah salah menangkap orang.

Korban salah tangkap itu dialami oleh M. Hafi (49) warga Junganyar, Socah, Bangkalan. Berdasarkan pengakuan Hafi dirinya sedang berada Wilangon untuk menjaga Sound System yang sedang disewa.

Sabtu pagi sekira jam .8.00 wib ada seorang petugas yang datang dengan mengaku ingin menyewa sound milik kakaknya korbab. Setelah itu Hafi diajak keluar dan dimasukkan ke dalam mobil.

Korban (Hafi, red) saat itu tidak dapat melawan karena kedua tangannya sudah diborgol, selain diborgol kedua mata Hafi juga ditutup. Selama perjalan Hafi dipukul sambil lalu dicerca dengam berbagai macam pertanyaan hingga membuat sekujur tubuh korban lebam dan luka-luka.

Berdasarkan pengakuan korban dirinya dituduh sebagai pelaku pembegalan, tidak hanya itu, petugas juga menanyakan sepeda motor milik korban ditaruh di mana, polisi yang membawanya juga menyebutkan ada saksinya.

Agar Hafi mengakui perbuatannya, petugas terus memukulinya agar dia bisa mengatakan jika pembegalan di UTM, adalah ulahnya. Akan tetapi Hafi tidak mengakui hal itu karena dirinya tidak pernah melakukan aksi pembegalan di UTM ataupun di tempat lain beberapa waktu lalu.

Justru, Hafi siap menerima pukulan dan puluru bersarang di dadanya jika dirinya memang melakukan pembegalan yang melibatkan mahasiswi UTM dimaksud.

“Mata saya ditutup, kedua tangan juga diborgol, tidak hanya dipukul tapi saya juga di sitrum di dua lutut serta di bagian wajahnya, Selain itu, juga diancam akan dilempar ke jembatan Suramadu,” terangnya, Selasa (2/7/2019).

Dalam pengakuan Hafi, dirinya dibawa ke kantor polisi namun dirinya tidak bisa memastikan karena dalam kondisi mata tertutup. Di lokasi itu salah satu petugas menanyakan kepada seorang perempuan apakah pelakunya adalah dirinya.

“Saya dapat kabar jika korban pembegalan masih ingat sama pelakunya. Saat di kantor polisi saya sempat melihat tapi tidak jelas, sebab mata saya memang ditutupi” urai Hafi saat ditemui.

Ketika awak media mencoba menghubungi Polres Bangkalan melalui Humas Polres Bangkalan Suyitno, dirinya mengaku tidak tahu soal kabar salah tangkap oleh anggota polisi tersebut. “Belum mas, saya belum dapat informasi,” kata Suyitno melalui pesan Whatsapp pribadinya. (ron/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here