BANGKALAN, Limadetik.com – Salah satu peserta calon Komisioner Informasi (KI) Bangkalan, Muhammad Tikno Mulyono memberikan pandangannyan terhadap kesadaran atas informasi publik khususnya di Kabupaten Bangkalan.

Sebab, kata pria asal Galis itu dalam sistem demokrasi hak memperoleh informasi merupakan hak setiap warga Negara. Selain itu keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri pentingnya karena menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan Negara yang baik dan bermartabat.

“Kebebasan informasi diharapkan menjadi Spirit demokratisasi yang menawarkan kebebasan sekaligus tanggungjawab secara bersamaan, kebebasan informasi disatu sisi harus mendorong akses publik terhadap informasi secara luas,” kata Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya, Kamis (12/09/2019).

Pria yang biasa disapa Tikno itu melihat keterbukaan informasi akan dapat membantu memberikan pilihan langkah yang jelas bagi pemerintah dalam mengambil suatu kebijakan yang strategis. Dan merupakan indikator dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik Good Governance yang transparan dan akuntabel.

“Disinilah bentuk partisipasi publik dalam memberikan pengawasan sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi,” tambahnya.

Sebab, di UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik menjadi pintu masuk dalam mewujudkan keduanya, yaitu pemerintahan yang baik Good Governance dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Mantan aktivis Bangkalan Corruption watch yang sudah kenyang dengan sengketa Informasi baik di KI Provinsi Jawa Timur maupun KI Kabupaten Bangkalan inipun berharap kedepan KI Kabupaten Bangkalan lebih aktif dan inovatif lagi demi mewujudkan kedua tujuan besar tersebut.

“Masyarakat Bangkalan ini sudah banyak yang paham dengan kemajuan teknologi ini, dan pemerintah harus menyambut baik atas kesadaran itu demi mewujudkan impian Bangkalan yang maju,” pintanya. (ron/yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here