BANGKALAN, Limadetik.com — Menggali potensi desa untuk meningkatkan perekonomian tingkat desa harus selalu diperhatikan. Itulah yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang sedang melakukan KKN 99 di desa Tagungguh, Tanjung Bumi, Bangkalan.

Mahasiswa KKN 99 ini melakukan pelatihan pengolahan produk unggulan desa dari bahan utama jagung dan singkong serta melakukan sosialiasi pengemasan dan pelabelan produksi.

“Tentunya kita berusaha mensosialisasikan bagaimana menggali potensi lokal yang memiliki nilai jual yang besar,” kata Mutmainnah, Senin (15/7/2019).

Mahasiswa KKN 99 bersama masyarakat desa mengadakan pelatihan bagaimana cara mengolah produk dari jagung dan singkong dari tiga dusun Desa Tagungguh, tepatnya Dusun Larangan Barat, Dusun Pacenan dan Dusun Larangan.

“Tentunya harus dilakukan pendekatan kepada masyarakat baik ibu-ibu, remaja, semua lapisan masyarakat kita ajak untuk menciptakan sesuatu yang baru dari bahan jagung dan singkong,” katanya.

Program Kegiatan meliputi sosialisasi pengolahan, pengemasan, dan pelabelan. Latar belakang dilaksanakannya program pelatihan adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai potensi jagung dan singkong yang dapat di olah menjadi makanan siap saji serta cara pengemasan produk yang baik dan benar sehingga dapat menarik minat konsumen.

Sementara itu Mahmud Afani salah satu perwakilan desa Tagungguh mengatakan masyarakat dapat memperhatikan dengan baik dengan harapan produk tersebut dapat di produksi oleh warga, baik di konsumsi sebagai makanan ringan maupun dibuat peluang usaha. “Untuk menambah penghasilan warga serta hasil pertanian dari jagung dan singkong masyarakat setempat. Agar memiliki nilai jual ekonomi yang lebih tinggi” ujar bapak Mahmud Afani selaku Kepala Dusun larangan Desa Tagungguh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan.

Sebenarnya kata Mahmud Afani, masyararakat Desa Tagungguh sudah sering memproduksi jagung dan singkong menjadi makanan siap saji, namun hanya sebatas dikonsumsi secara pribadi tanpa memiliki nilai jual.

“Dengan adanya mahasiswa KKN 99 ini dapat menciptakan kreasi baru dari olahan jagung dan singkong yang memiliki nilai jual. Ada tiga produk yang di kreasikan oleh KKN 99 yaitu ice corn cream, bola-bola ampas jagung dan perkedel singkong,” paparnya.

Produk unggulan tersebut kemudian akan dipasarkan dalam acara penutupan KKN 99 yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 2019 mendatang bersamaan dengan serangkaian acara penutupan KKN 99. (ron/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here