SUMENEP, limadetik.com Usai dilakukan penjamasan (pencucian) oleh sesepuh Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Pusaka Leluhur Keraton Sumenep, Jawa Timur, diserahkan kembali kepada pihak Keraton, Senin (9/9/2019).

Penyerahan Pusaka Keraton itu diiringi musik Saronen (musik tradional Madura). Puluan warga desa setempat ikut mengantarkan sekaligus membawa hasil taninya ke Keraton Sumenep.

“Kita telah melaksanakan haul akbar dan Jamasan Pusaka Keraton Sumenep dengan lancar dan sukses,” kata Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam sambutannya usai menerima Pusaka Keraton.

Dari itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan terima kasih pada para empu keris di Aeng Tong-tong. Kepada panitia dan semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara jamasan sejak Tanggal 7 September lalu.

“Disamping itu, kita patut berbangga karena salah satu warisan kita, yakni keris sejak Tahun 2005 telah diakui oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) sebagai salah satu warisan dunia. Termasuk pula Sumenep beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai daerah yang memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia, mencapai 650 orang pengrajin,” terangnya.

Politisi PDI P ini berharap, Kabupaten dengan lambang Kuda Terbang ini tidak sebatas menjadi identitas masa lalu, tetapi juga menjadi ikon ekonomi yang mampu menggerakkan dan menopang perekonomian masyarakat Sumenep.

“Dari itu, acara (jamasan) yang kita lakukan setiap tahun ini adalah upaya untuk mendorong kekuatan kolektif seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta mengembangkan warisan masa lalu dan mempertahankan budaya dan tradisi,” tukasnya.

Diketahui, Desa Aeng Tong-tong merupakan salah satu pusat peradaban pada masa Kerajaan Sumenep dan saat ini menjadi tempat pusat kerajinan keris dan telah ditetapkan sebagai salah satu objek wisata keris. Di desa ini terdapat 650 pengrajin keris. (hoki/yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here