https://limadetik.com/

Ngobrol Migas bersama Koalisi Pemuda Independen

"Jika kita ingin tahu berkaitan dengan migas, tentu kita menginginkan bagaimana kiranya ada kesempatan untuk generasi bersekolah di bidang migas maupun pertambangan, sehingga nantinya baru kita bisa mengetahui persoalan secara utuh" katanya.

Ngobrol Migas bersama Koalisi Pemuda Independen
FOTO: Hairul Anwar saat menyampaikan matero diacara ngobrol migas

SUMENEP, Limadetik.com – Koalisi Pemuda Independen (Kopi) menggelar Ngobrol Migas bersama para aktivis dan perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus yang ada di Kabupaten Sumenep, Selasa (15/3/2022).

Ngobrol migas yang diinisiasi Koalisi Pemuda Independen (Kopi) yang dihadiri perwakilan mahasiswa serta perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) berlangsung di Aula Hotel Kaberaz Sumenep.

limadetik branding

Dalam acara ngorol migas tersebut hadir sejumlah pemateri, diantaranya, Hairul Anwar, Ketua Askab PSSI Sumenep, Perwakilan SDA Setkab Sumenep, Hendra dan Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Nurussalam.

Kesempatan pemateri pertama, Hairul Anwar dalam acara ngobrol migas menyampaikan, bahwa persoalan migas di Sumenep merupakan persoalan yang harus difahami secara utuh oleh masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga :  Marathon, Ketua Yayasan Kartika Jaya Cab II/Sriwijaya Kunjungi Persit Yonarmed 15/105 Di Martapura, Kodim 0403/OKU Dan Kodim 0404/Muara Enim

“Jika kita ingin tahu berkaitan dengan migas, tentu kita menginginkan bagaimana kiranya ada kesempatan untuk generasi bersekolah di bidang migas maupun pertambangan, sehingga nantinya baru kita bisa mengetahui persoalan secara utuh” katanya.

Hairul menyebutkan, bahkan pemerintah Kabupaten Sumenep saat ini juga tidak dapat berbuat terlalu banyak berkaitan dengan hal pertambangan dan migas, sebab saat ini bidang yang seharusnya menangani migas seperti sudah dipersempit lagi.

Baca Juga :  Danramil Kapten Inf Alib Surono Turut Serta Menyampaikan Pentingnya Vaksinasi Usia 6-11 Tahun di SDN 1 Plampaan Camplong

“Persoalan migas saat ini memang pemerintah kita (pemkab sumenep) juga tidak terlalu bisa banyak berbuat, karena mungkin memang ada aturan atau undang-undang yang sudah mengaturnya, sehingga sampai sekarang ada beberapa OPD dan di SDA kita juga dilebur” paparnya, saat menyampaikan materi di acara Ngobrol Migas.

Hal yang sama juga disampaikan Hendra, perwakilan dari SDA Sekretariat Kabupaten Sumenep, ia menyebutkan apa yang menjadi upaya pemerintah sumenep saat ini berkaitan dengan migas adalah usaha untuk memberikan kesejahteraan pada masyarakat.

Baca Juga :  Ketua Panitia Pilkades Karduluk Akan Pidanakan Ketua Umum KAMPPDK Pekan Depan

Sementara, Nurussalam dari Komisi I DPRD Sumenep menyampaikan, ada beberapa hal yang memang menjadi PR pemerintah Sumenep berkaitan dengan CSR dan PI dari migas.

“Kita memang masih perlu memahami migas ini secara utuh terutama pada Corporate Social Responsibility (CSR) dan Participating Interest (PI) agar apa yang menjadi pertanyaan masyarakat selama ini terjawab dengan benar” ucapnya.

Ngobrol migas ini juga dihadiri Humas SKK Migas Wahyudono melalui daring.

Tinggalkan Balasan