PAMEKASAN, Limadetik.com – Gara-gara pekerjaannya sering ditulis di media, salah satu oknum ketua pokmas di Pamekasan, inisial JB telah lancang melakukan penganiayaan terhadap Faisol (22), wartawan MEMOonline.co.id yang bertugas di wilayah hukum Pamekasan.

Faisol menjelaskan rentetan cerita yang berakibat pada tindak kekerasan itu terjadi saat dirinya sedang menjalankan tugas meng investigasi lima paket bantuan hibah ke Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan informasi yang diterima, dari lima paket bantuan hibah yang ditempatkan di Desa Plakpak, Pamekasan, diduga bermasalah.

Karena, dari lima Paket bantuan hibah yang diterima lima Pokmas, yakni pokmas Kencana, Mutiara, Ispalmisjah, Sehati dan An-Nur, yang di tempatkan di Desa Plakpak, dikabarkan hanya dua yang dikerjakan.

Sementara tiga pokmas lainnya, tidak diketahui keberadaannya. Namun apa boleh buat, peliputan tersebut berujung pelaporan ke Polisi. Sebab, salah satu oknum ketua pokmas, melakukan penganiayaan dengan cara mencekik lehernya.

Atas kejadian ini, Koordinator Jurnalis Muda Pamekasan (JMP) melakukan visum dan melaporkannya ke Mapolres Pamekasan dengan nomor LP/10/1/2019/JATIM/RES PMK tertanggal 07 Januari 2019.

“Melaporkan salah seorang oknum ketua pokmas yang berupaya melakukan tindakan pembunuhan dan kekerasan saat hendak peliputan di Balai Desa Plakpak,” kata Faisol, Selasa (8/1/2019).

Ditambahkan Faisol, kronologis detail peristiwa pencekikan itu bermula saat dirinya meminta kepada Sekretaris Desa (Sekdes), beberapa perangkat desa dan operator desa Plakpak untuk memfasilitasi dirinya bertemu dengan ketua pokmas yang ada. Namun, setelah salah seorang ketua pokmas yang datang tersebut malah marah-marah dan langsung melakukan tindak kekerasan kepadanya.

“Salah seorang oknum ketua pokmas tersebut datang marah-marah dan langsung mencekik leher saya. Tak hanya itu, bahkan si JB (ketua pokmas) sempat mau memukul saya dengan asbak kayu besar yang dipegangnya saat itu” tuturnya.

Menurut faisol, maksud dan tujuan dirinya datang langsung ke Balai Desa Plakpak itu dikarenakan ingin tau langsung dari Ketua Pokmas dimaksud. Sebab, kata dia, setiap menghubungi anak Kepala Desa (Kades) Plakpak seolah acuh tak acuh akan ditanya persoalan itu.

“Seolah acuh tak acuh. Kata siapa mempertemukan dengan seluruh ketua pokmas. Buktinya setiap (Ahmad Fausi, red) dihubungi melalui via WhatsApp tak kunjung dibuka ataupun dibalasnya,” pungkaanya. (LD/MO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here