Selasa, 28 Mei 2019

Oleh : Subliyanto

Limadetik.com — Tanpa terasa, sebentar lagi Ramadhan kali ini akan pergi. Tentu kepergian bulan yang penuh dengan rahmat dan maghfirah ini, yang hadirnya hanya sekali dalam setahun membuat kita akan merindukannya kembali di tahun berikutnya. Berharap semoga Allah senantiasa memberkahi umur kita sehingga dapat berjumpa di Ramadhan berikutnya.

Sebelum terlambat, patut kiranya kita optimalkan detik-detik kepergian Ramadhan kali ini dengan hiasan amal shaleh sebagaimana telah banyak disampaikan dan dicontohkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW. Terlebih pada sepuluh terakhir Ramadhan.

Salah satu dari sekian keistimewaan bulan Ramadhan adalah malam “Lailatur Qadar”. Yaitu suatu malam dimana keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Hal itu sebagaimana telah Allah firmankan :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Qadar). Dan taukah kamu apakah malam kemuliaan itu ?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhanya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar”. (QS. al-Qadar : 1-5).

Dari ayat ini kita dapat melihat betapa mulianya malam satu ini. Dan tentu semua manusia beriman mendambakan untuk mendapatkannya. Tentu hal itu dengan upaya optimalisasi amalan ‘ubudiyah pada bulan Ramadahan, seperti tilawah al-Qur’an, berdzikir, berdo’a, bershadaqah, serta beri’tikaf di malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Kendatipun waktu malam “Lailatur Qadar” berbeda pendapat di kalangan para ulama’. Namun perbedaan tersebut mayoritas bersandar pada sabda Nabiyullah Muhammad SAW. Beliau bersabda :

“Aku melihat “Lailatur Qadar”, lalu aku dibuat lupa kapan waktunya, maka barangsiapa yang ingin mencarinya, maka carilah pada sepuluh hari terakhir”. (HR. Bukhari).

Untuk itu kisi-kisi peluang yang telah Rasulullah SAW. sampaikan ini hendaknya kita optimalkan dengan memperbanyak amal shaleh, dengan harapan semoga kita mendapatkannya. Sehingga gelar muttaqin kita dapatkan, dan tropi sebagi pemenang layak disematkan pada diri kita pada hari yang fitri.

Semoga catatan singkat ini dapat memotivasi kita dalam mengoptimalkan detik-detik kepergian bulan Ramadahan kali ini. Amin. Wallahu a’lam [red].

Penulis adalah warga Desa Kadur Pamekasan, aktif di dunia sosial dan pendidikan serta literasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here