SUMENEP, limadetik.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Jawa Timur membolehkan orang yang memiliki gangguan jiwa atau orang gila (Orgil) untuk memilih pada Pemilu 2019.

“Kami menerima surat edaran (SE) dari KPU Pusat. Isinya meminta kami untuk melakukan pendataan terhadap warga yang memiliki gangguan jiwa. Pendataan mulai hari ini hingga 30 November 2018,” terang Ketua KPU Sumenep, Abd Waris, Jum’at (23/11/2018).

Menurutnya, hal itu merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang meminta agar melakukan pendataan terhadap warga yang memiliki gangguan jiwa.

“Tetapi dalam peraturan KPU, orang gila adalah orang yang dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari dokter jiwa, bahwa yang bersangkutan memang memiliki gangguan jiwa,” katanya.

Pihaknya menegaskan, KPU tidak bisa menyatakan orang itu gila apabila tidak ada surat keterangan dari orang atau lembaga yang berkompensi dalam masalah kejiwaan. Meskipun masyarakat umum menyaksikan bahwa yang bersangkutan gila, apabila tidak ada surat keterangan dari dokter jiwa, maka tetap punya hak suara pada Pemilu 2019.

Sehingga, lanjut Waris, semua masyarakat yang ada di Sumenep yang secara administrasi memenuhi persyaratan, maka masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

“Tetapi apabila ada (orang gila, Red) yang tidak masuk DPT, bukan berarti menurut KPU gila. Mungkin saja yang bersangkutan tidak memiliki e-KTP,” tukasnya.

Jumlah DPT Pemilu 2019 di Sumenep berdasarkan DPTHP-2 sebanyak 873.273. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari jumlah DPTHP-1 sebanyak 5.910 pemilih. Jumlah DPTHP-1 sebanyak 867.363 orang. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here