Parkir Kendaraan Bermotor Diberikan Karcis Resmi Untuk Dukung PAD

Sekretaris BP2RD OKU Zahrun @foto/Ari_OKU

BATURAJA, Limadetik.com – Pengelolaan tentang parkir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) selama ini kurang efektif sehingga hasil yang di dapat untuk masuk ke Kas Daerah tidak maksimal.

Jika diketahui Dinas Perhubungan (Dishub) OKU salah satu tugasnya adalah mengelola parkir, mengatur dan menempatkan petugas juru parkir (jukir) serta mengambil uang setoran dari petugas jukir untuk di setor kembali ke kas daerah, selain itu tugas Dishub juga memberikan baju seragam jenis rompi, kartu tanda pengenal, dan yang lebih di utamakan karcis parkir resmi,” kata Sekretaris Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) OKU Zahrun di ruang kerjanya, Senin (7/8).

Namun yang terjadi dilapangan dikatakan Zahrun, justru masih banyak di temukan dan hampir seluruh petugas jukir di Baturaja tidak mengenakan baju seragam jenis rompi dan tanda pengenal serta karcis parkir resmi. Hal demikian menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat, terkadang ada selentingan diduga adanya oknum yang  bermain untuk meraup keuntungan dengan cara tanpa memberikan karcis parkir resmi kepada masyarakat yang memarkirkan kendaraan.

“Ya, jika di biarkan terus-menerus tidak di berlakukan karcis parkir resmi, maka bisa merugikan masyarakat dan mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkap Zahrun yang sebelumnya menjabat Kabag Umum DPRD OKU.

Oleh karena itu lanjut Zahrun, pihaknya saat ini telah membuat dan mengeluarkan karcis parkir resmi untuk kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, dimana tarif parkir tetap sama hingga kini belum ada kenaikan.

“Sekarang ini sudah kita berlakukan karcis parkir resmi dengan tarif untuk sepeda motor Rp.1000 dan mobil Rp.1500 yang nanti karcis parkir kita berikan kepada Dishub, setelah itu Dishub membayar karcis parkir tersebut kepada BP2RD sesuai dengan banyak karcis yang mereka minta,” terang Zahrun.

Uang karcis, sambung Zahrun, nantinya masuk ke kas daerah termasuk dalam PAD. Kemudian mengenai karcis yang kita cetak dan di keluarkan oleh BP2RD tidak sembarangan sebab ada mekanisme dan prosedur, tidak boleh lebih atau kurang dalam setiap tahunnya untuk mencetak dan mengeluarkan karcis parkir resmi tersebut.

Zahrun juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Ogan Komering Ulu (OKU) jika memarkirkan kendaraan harus minta karcis parkir resmi kepada petugas jukir, apabila petugas jukir tidak memberikan karcis parkir tersebut, maka jangan di bayar karena itu termasuk pungutan liar (pungli).

“Bila perlu laporkan ke satgas saber pungli apabila ditemukan petugas jukir tidak memberikan karcis parkir resmi,” tegas Zahrun.

(Ari/Yd)

LEAVE A REPLY