Pemkab Sumenep tak Bisa Perjuangkan Harga Tembakau

Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Abdul Hamid. (foto: hoki)

SUMENEP, Limadetik.com – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sepertinya tak sanggup memperjuangkan nasip petani. Pasalnya, petani tidak bisa menentukan harga tembakaunya.

Baca juga:

“Yang memiliki kewenangan untuk menentukan harga tembakau ya pihak gudang. Tembakau mau dihargai berapa pun itu kewenangan gudang. Tergantung dari kualitasnya,” kata Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumenep, Abd Hamid, Senin (11/9/2017).

Kini harga tembakau untuk pabrikan yang ada di Guluk-guluk antara Rp 25-50 ribu per kilogram dan pabrikan di Patean antara Rp 25-48 ribu per kilogram.

Hamid mengakui, harga tembakau tidak sesuai dengan biaya produksi. Hanya saja, pihaknya tidak bisa mengentervensi kepada gudang soal harga tembakau. Karena soal harga merupakan kewenangan penuh pihak gudang.

“Kami tidak bisa mengentervensi. Pemerintah hanya  bisa menyarankan supaya tidak ada yang dirugikan antara petani dan gudang,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Peguyuban Pemerhati Kelompok Tani (P2KT) Sumenep, Zainuri, Rabu (6/9/2017) meminta pemerintah menerbitkan peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang harga tembakau. Harga tembakau yang tidak ada aturan bakunya terkadang dipermainkan pengusaha. Sehingga membutuhkan payung hukum yang mengikat.

“Sumenep masih butuh perda tembakau soal harga minimum yang berlaku satu tahun,” katanya.

Apabila sudah ada perda yang mengatur harga minimum, dipastikan nasib petani tembakau kedepan akan cerah dan tidak selalu merugi setiap tahun sebagaimana dialami selama ini.

“Selama ini meskipun harga tembakau hingga Rp 30 ribu per kg selalu merugi. Karena biaya yang dikeluarkan petani cukup besar. Antara harga dan biasa produksi tidak sesuai,”tegasnya.

Berdasarkan data yang di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumenep, hanya 14.230,45 hektar dari ploting area lahan tembakau seluas 21.893 hektar yang terealisasi. Dengan target produksi 2017 6 kwintal perhektar atau sekitar 85.380 ton. (hoki/rud)

Leave a Reply