https://limadetik.com/

Pencapresan Cak Imin Mendapat Penolakan Anak Muda NU di Sumenep, Opsinya Putri Gus Dur

Pencapresan Cak Imin Mendapat Penolakan Anak Muda NU di Sumenep, Opsinya Putri Gus Dur
FOTO: Imam Syafi'i

SUMENEP, Limadetik.com – Sejumlah daerah di Madura, Jawa Timur banyak yang sudah mendeklarasikan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar sebagai calon Presiden pada Pemilu 2024 yang akan datang.

Terbaru di Kabupaten Pamekasan, sejumlah pemuda ikut mendeklarasikan pencapresan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu atau Cak Imin maju pada Pilpres 2024 mendatang, Sabtu (18/2/2022) kemarin.

limadetik branding

Namun berbeda halnya dengan sekelompok anak muda NU di Kabupaten Sumenep, mereka (anak muda NU, red) justru menolak pencalonan Cak Imin sebagai Capres 2024 dan mendorong Putri mendiang Deklarator PKB sekaligus mantan Presiden RI KH.Abdur Rahman Wahid alias Gus Dur yakni Yenny Wahid maju pada pilpres yang akan datang.

Baca Juga :  Desi Ratnasari dan Dede Yusuf Jadi Juru Debat Prabowo-Sandi

Dukungan dan dan dorongan tersebut dibenarkan perwakilan anak muda NU Sumenep, Imam Syafi’i, ia mengatakan, Yenny Wahid sebagai salah satu representasi keluarga Gus Dur yang bisa diterima oleh berbagai kalangan untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur dalam politik dan kebangsaan.

“Sepertinya Mbak Yenny yang terlihat bisa diterima oleh anak bangsa untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur dalam kehidupan politik dan berbangsa yang dibuktikan dengan berbagai hasil survei,” demikian Imam dalam rilisnya kepada media Sabtu malam (19/2/2022).

Imam mengutip hasil survei CSIIS yang dilakukan pada 7 Januari 2022 secara serentak di kantong-kantong NU seperti Probolinggo, Pasuruan, Malang. Yogyakarta, Rembang, Magelang, Tasikmalaya, Cirebon, Pandeglang dan Lampung Tengah yang didalamnya masih menempatkan Yenny Wahid pada posisi dibawah Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Atas Semangat Para Relawan, Begini Tanggapan dan Pandangan Moch.Efendi

Nama Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak masuk dalam level tiga besar Capres pilihan warga NU. Bahkan, kata Imam, nama Yenny Wahid mengisi pilihan warga NU setelah Prabowo Subianto, Erick Thohir dan Anies Baswedan. Padahal ketiganya jelas tidak memiliki irisan dengan warga NU.

Tentu dengan alasan ini, Imam mewakili anak muda NU Sumenep menolak sosok Cak Imin atau Muhaimin Iskandar bila hendak Nyapres 2024 demi menjaga keutuhan warga Nahdliyin.

“Cukup Mbak Yenny Wahid, putri Gus Dur mewakili jamiiyah NU di Pilpres 2024. Kalau Cak Imin? Ya sudah la cukup di PKB jadi Ketum. Jangan ngurus di luar itu. Biar di kalangan jamiyah Nahdlatul Ulama stabil. Biar tak ada pergolakan,” ucap Imam Syafii.

Baca Juga :  Kejanggalan Besar dalam Gugatan Depriwanto - Azhar

Maksud mantan Ketua PMII Cabang Sumenep itu, ada pergolakan di jamiyyah Nahdlatul Ulama bila Cak Imin ikut nyapres 2024 meski atas nama PKB adalah sejarah lama bagaimana Cak Imin mendepak Gus Dur dari Dewan Syuro DPP PKB.

“Pelengseran Gus Dur di PKB itu luka lama yang belum sembuh. Sebagai penawar obat itu ya Cak Imin harus legowo. Urus saja PKB. Jangan ikut nyapres. Berikan kepada keluarga Gus Dur dalam Pilpres. Saya kira opsi terbaik untuk menjaga keutuhan warga NU menyambut Pilpres 2024,” tutup Imam dalam keterangannya.

Tinggalkan Balasan