Pengelolaan Pasar Anom Baru Sumenep Dipersoalkan

Pasar Anom Baru Sumenep Madura

SUMENEP, Limadetik.com – Pengelolaan Pasar Anom Baru Sumenep, Jawa Timur dipersoalkan. Sebab, pasar tradisional terbesar di Sumenep itu, khususnya Blok A kerap kali dikeluhkan pedagang.

Baca juga:

Hal itu disampikan Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, Novi Sujadmiko, Rabu (13/9/2017).

“Pedagang keberatan mengangsur selama pengelolaan masih seperti ini,” kata Novi.

Salah satu alasan keluhan pedagang karena posisinya terlalu kedalam. Sehingga jarang konsumen yang membeli.

Menurutnya, paling banyak dirugikan pedagang yang menempati pasar Blok A bagian utara. Versi pedagang bagian tengah sampai ke utara karena jarang  pembeli yg mau datang ke sisi itu.

“Untuk meminimalisir keluhan, kami mengusulkan pengelolaan seluruh aset Pasar Anom Baru Blok A termasuk fasilitas umum dikelola oleh BPRS,” ucapnya.

Disamping itu, sambung Novi, hampir 90 persen toko, stan dan kios secara sah dimiliki oleh BPRS. Sehingga aset yang dimiliki produktif kedepan.

“Dengan begitu pedagang secara keseluruhan merasa aman dan nyaman sehingga pada akhirnya kewajiban pedagang kepada BPRS bisa lancar pula sampai lunas,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam mengatakan pengelolaan Pasar Anom Baru khususnya Blok A akan dikelola BPRS melalui Koperasi BPRS.

“Penataannya segera dilakukan dalam minggu ini, dimungkinkan 20 September serah terima pengelolaan dari Disperindag ke BPRS akan dilakukan,” katanya, Senin (11/9/2017). (Hoki/Rud)

Leave a Reply