SUMENEP, Limadetik.com – Selama 2017 ada beberapa pengerjaan infrastruktur di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tidak tepat waktu atau deadline. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPRD setempat, Moh. Ramzi, Selasa (23/1/2018).

“Dari itu kami meminta organisasi perangkat daerah (OPD) lebih selektif memilih rekanan atau kontraktor proyek di 2018. Agar tidak ada lagi pengerjaan proyek tidak tepat waktu,” katanya.

Satu diantaranya yang tidak sesuai deadline adalah proyek Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Rest Area di bekas bangunan Tajamara di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, senilai Rp 3,5 miliar.

Menurutnya, salah satu faktor keterlambatan itu diduga karena akibat molornya proses lelang di ULP. Selain itu diduga akibat kurang selektifnya OPD memilih rekanan.

“Kami harap tahun ini proses lelang dilakukan sejak awal tahun, tidak seperti 2017 yang dilakukan sejak Juni,” tegasnya.

Ramzi juga menekankan supaya OPD dalam menentukan rekanan tidak mengedepankan kedekatan emosional dengan pemilik CV atau PT, melainkan lebih kepada profesionalisme kerja. Termasuk dia membolehkan memilih rekanan hanya melihat bendera, melainkan kredibilitas pemilik lebih diutamakan.

“Sehingga nanti kualitas pekerjaan sesuai dengan harapan masyarakat dan pemerintah. Karena terkadang satu orang ada memililiki CV atau PT lebih dari satu,” tukasnya.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Sumenep, A Busyro Karim berjanji untuk terus melakukan evaluasi pada realisasi proyek setiap tahun. Bahkan, tahun ini proses lelang proyek direncanakan akan dilakukan sejak Januari. (Hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here