https://limadetik.com/

Pengrajin dan Pemilik Usaha Kecil Disadarkan Pentingnya Paten

  • Bagikan
IMG 20200828 WA0038 e1598627911445

SUMENEP, Limadetik.com – Para pengrajin dan pemilik usaha kecil yang berada di wilayah kepulauan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur disadarkan mengenai pentingnya memiliki hak cipta dan paten atas karya dan usaha yang mereka geluti.

Hal ini dimaksudkan untuk melindungi hak kekayaan intelektual yang telah mereka rintis dan dirikan, sehingga tidak diklaim oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab, selanjutnya dapat merugikan para pengrajin dan pemilik usaha kecil.

https://limadetik.com/

Upaya penyadaran terhadap paten dan hak cipta para pengrajin dan pegiat usaha kecil menengah dilakukan oleh Universitas Wiraraja, Madura, Jawa Timur, melalui tim pengabdian dosen yang mengambil lokasi pengabdian di wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Bertempat di Balai Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pengrajin dan pelaku usaha kecil dan menengah yang terdiri kaum ibu dan bapak, Kamis (27/8/2020).

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Edy Purwanto, keberadaan paten dan hak cipta saat ini menjadi sangat penting terutama dengan keberadaan teknologi digital dan era 4.0 yang membuat seluruh dunia sudah tersambung menjadi satu. Hal tersebut akan memudahkan bagi satu pihak menjiplak, mencontoh, bahkan membuat karya yang sama dengan karya yang dibuat oleh orang lain.

“Pada sisi itu, para pengrajin dan pelaku usaha kecil yang berada di wilayah kepulauan, perlu menyadari betapa pentingnya membuat paten dan hak cipta atas karya yang telah dibuat selama ini. Sehingga mereka terlindungi dari penjiplakan. Untuk selanjutnya mereka memiliki ha katas merk yang telah didaftarkan,” papar Edy saat menyampaikan sosialisasi di Balai Desa Pagerungan Besar.

Pihak pemerintah desa dan pengrajin serta pelaku usaha kecil menyambut positif sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan oleh Universitas Wiraraja Sumenep. Ini merupakan hal yang langka dan baru pertama hadir di daerah mereka.

“Inilah yang sesungguhnya yang ditunggu oleh kami, masyarakat di kepulauan, sehingga masyarakat tidak terkesan dibiarkan sendirian menghadapi persoalannya,” ujar Ibu Tahira, pada saat menyampaikan tanggapannya.

Pengrajin gelang, cincin, tasbih dan lain-lain yang terbuat dari kayu santegih, berharap pihak Universitas Wiraraja, dapat melakukan mendampingan kepada pengrajin seperti dirinya saat mendaftar merk usaha yang telah digelutinya selama belasan tahun lalu.

“Kita meminta pihak Wiraraja bisa bersama-sama untuk mendaftarkan merk produk yang kami buat,” harapnya.

Peserta sosialisasi dan pendampingan paten dan merk di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken cukup antusias mengikuti kegiatan. Mereka yang hadir terdiri para pengrajin dan pelaku usaha kecil seperti pengrajin kayu, pembuat kapal, pembuat abon ikan, pembuat makanan olahan dari rumput laut, bahkan ada yang menjadi pembuat cerita, lagu dan puisi untuk anak-anak sekolah dasar.

Pemerintah Desa Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken, ke depan membuka peluang kerjasama dengan Universitas Wiraraja, terutama untuk menyelesaikan pendaftaran merk dan paten produk yang selama ini telah dirintis oleh warga Pagerungan Besar.

“Jadi kita berharap kerjasama dengan kampus akan terus terjalin untuk kemajuan masyarakat kepulauan, khusus Desa Pagerungan Besar,” tukas Abd. Rahim, Kepala Desa Pagerungan Besar. (fjrl/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan