Pengrajin Keris di Sumenep Minta Permudah Ijin Ekspor

SUMENEP, Limadetik.com – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikenal sebagai pengrajin keris terbesar di Indonesia. Pengrajin keris tersebar di tiga desa, yakni di Desa Aeng Tongtong, Desa Kambingan, Kecamatan Saronggi, dan Desa Palongan, Kecamatan Bluto.

Dari tiga desa tersebut pengrajin keris terbanyak di Desa Aeng Tongtong yang mencapai 600 pengrajin. Sedangkan secara kesekuruhan jumlah pengrajin di Kota Keris tersebut sebanyak 815 orang.

Hasil kerajinan tangan mereka tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Tetapi keris asal Sumenep mampu menarik minat dari berbagai negara, seperti Singapura, Thailand, Belgia bahkan sampai di Belanda.

“Hanya saja selam ini para pengrajin kesulitan proses pengiriman barang ke luar negeri. Sebab keris masuk kategori senjata tajam (Sajam),” kata salah satu pengrajin keris Salamo, Senin (17/9/2018).

Maka dari itu, pihaknya minta perhatian khusus dari pemerintah untuk memfasilitasi saat pengiriman ke luar negeri. Padahal, peminat keris di luar negeri cukup banyak.

“Ada dua empu di Desa Aeng Tongtong yang rutin setiap bulan mengirim keris ke Thailand dan Malaysia, jumlahnya sekitar seribu keris setiap bulan,” ucapnya.

Sebenarnya, sambung Salamu, untuk pengiriman dengan jumlah banyak tidaklah sulit. Karena sudah ada kesepahaman dengan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa ekspor.

“Hanya saja untuk pengiriman dengan jumlah sedikit sering bermasalah. Semisal diamankan penegak hukum karena dianggap membawa sajam. Ini yang menjadi masalah dan harus dicarikan solusi,” desaknya.

Selain itu pihaknya meminta penegak hukum untuk tidak menyamakan pusaka seperti tombak, keris dan semcamanya dengan sajam. Sehingga saat diketahui terdapat seorang yang membawa pusaka untuk tidak ditindak. Hal itu bisa berdampak terhadap kurangnya minat masyarakat terhadap pusaka.

“Beda antara sajam dengan pusaka. Kalau orang yang membawa pusaka ditindak, pada akhirnya minat masyarakat menurun,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Sufiyanto mengatakan telah lama melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti dengan pihak imigrasi agar pengeriman keris ke luar negeri untuk dipercepat.

“Dengan penegak hukum juga telah melakukan koordinasi sehingga tidak dilakukan penindakan apabila warga diketahui membawa pusaka. Dari pihak kepolisian sudah aman, karena kami sudah mengeluarkan keterangan kepemilikan,” katanya.(hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here