Scroll Untuk Membaca Artikel
Headline News

Pepeda Sebut Upaya Penarikan Uang Jaminan di Puskesmas, Modus Korupsi di Tengah Program UHC

×

Pepeda Sebut Upaya Penarikan Uang Jaminan di Puskesmas, Modus Korupsi di Tengah Program UHC

Sebarkan artikel ini
Pepeda Sebut Upaya Penarikan Uang Jaminan di Puskesmas, Modus Korupsi di Tengah Program UHC
FOTO: Puskesmas Camplong Kabupaten Sampang

Pepeda Sebut Upaya Penarikan Uang Jaminan di Puskesmas, Modus Korupsi di Tengah Program UHC

LIMADETIK.COM, SAMPANG – Berawal dari terjadinya percekcokan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Camplong perihal upaya penarikan uang jaminan terhadap pasien yang menggunakan UHC, pada Kamis (7/9/2023).

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Percekcokan terjadi melibatkan warga Desa Banjar Tabulu Kecamatan Camplong yang pada saat itu berobat dengan membawa persyaratan lengkap. Namun saat mau pulang pihak Puskesmas meminta uang jaminan.

“Awalnya minta uang jaminan, namun karena sempat ramai dan terjadi percekcokan, akhirnya saya mau kasih dan saya minta untuk menyebutkan nominal yang dibutuhkan, pihak Puskesmas tidak mau, mungkin dia khawatir atau lainnya saya tidak paham, yang jelas setelah ramai, dia tidak mau saat mau di kasih,” ujar keluarga pasien pada awak media.

Menurutnya, saat terjadi cekcok, pihak Puskesmas menelepon salah satu dokter untuk datang kemudian menenangkan dan menyuruhnya pulang tanpa diminta uang jaminan.

Sementara kepala Puskesmas Camplong dr. Intan Retnosari saat dihubungi melalui via Whatsapp menjelaskan prihal upaya penarikan uang jaminan yang terjadi kemarin sudah selesai.

“Masalah sudah clear Mas, sejak kemarin siang sampai malam hari,” singkatnya.

Mengingat persoalan yang terjadi Ketua Pemuda Peduli Desa (PAPEDA) Badrus Sholeh Ruddin SH dengan tegas menyampaikan, bahwa tidak ada aturan yang mengatur tentang uang jaminan, yang ada adalah jaminan kesehatan, inilah yang di cita citakan dari diadakannya program UHC.

“Kalau dalam praktek pelaksanaan program UHC terendus praktek-praktek upaya penarikan uang jaminan, sama
halnya dengan modus korupsi di tengah program UHC,” tegas Badrus.

Saat disinggung perihal persoalan yang terjadi di Puskesmas Camplong sekarang sedah selesai, ia kembali menegaskan selesai tidaknya kejadian itu adalah sebuah kejadian yang perlu digerakkan atau di atensikan agar tidak terjadi dikemudian hari.

“Kalau semisal dugaan kita sudah diselesaikan atau sudah aman syukur, akan tetapi kalau dugaan kita malah merugikan masyarakat otomatis kita harus bergerak,” pungkasnya.

× How can I help you?