Peringati Hari Pendidikan, BEM UNUSIDA Gelar Dialog Interaktif

SIDOARJO, Limadetik.com – Momen hari pendidikan rupanya menjadi sebuah perhatian yang serius bagi Mahasiswa Unusida, melihat ironi pendidikan yang ada di Indonesia, BEM Unusida gelar dialog Interaktif yang berlokasi disalah satu Cafe di Sidoarjo, pada hari Kamis (10/5/2018).

Dalam kegiatan ini BEM sengaja mengundang dan menghadirkan pejabat pemerintah serta akademisi di lingkungan Kabupaten Sidoarjo, adapun yang hadir adalah H. Usman (Komisi D DPRD Sidoarjo), Tirto Adi M.P. (Sekretaris Dinas Pendidikan Sidoarjo), Misbachuddin (Ketua LP Maarif NU Sidoarjo) dan Ana Crishtanti (Dosen FKIP Unusida). Acara ini juga dihadiri sekitar 75 mahasiswa/i yang terdiri dari para aktivis Mahasiswa/i Unusida seperti PMII Unusida, PKPT IPNU – IPPNU dan jajaran BEM Fakultas di Unusida.

Ketua Panitia Rofida menyampaikan Tujuan diadakan acara ini untuk merekontruksi kembali Pendidikan yang ada di Sidoarjo, sekaligus memperingati Hari pendidikan Nasional.

“Kami pihak panitia ingin kembali mengingatkan pada masyarakat bahwa pendidikan di Indonesia saat ini perlu penanganan serius”, ungkap Mahasiswi PGSD tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Unusida Agung Arie Iswanto dalam sambutannya berharap Mahasiswa diberi ruang untuk ikut andil demi terwujudnya pendidikan yang beradab.

“Harapan kami sebagai Mahasiswa juga ingin dilibatkan guna membangun pendidikan di Sidoarjo bersama dinas terkait, ironi yang kita dapati adalah pendidikan karakter yang masih kurang tertanam pada diri pelajar, itu yang ingin kami diskusikan bersama” ungkap Agung sebagai Wapres BEM Unusida.

Sedangkan Sekretaris Dinas Pendidikan Sidoarjo Tirto Adi M.P, BEM Unusida menyampaikan, Rekonstruksi pendidikan bagi Sidoarjo yg beradab terkait dengan pentingnya penguatan bekal bagi peserta didik menghadapi era abad 21 ke depan sangat terpantau oleh Dinas Pendidikan Sidoarjo, Jawa Timur, yang diantaranya.

“Yang menjadi perhatian dan penampakan Diknas saat ini adalah (1). Implementasi PPK (penguatan pendidikan karakter) meliputi karakter moral dan karakter kinerja. Seperti religius, integritas, nasionalisme, gotong royong dan mandiri. (2). Perlunya modal softskill di samping hardskill. Seperti: komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreatif dan inovatif.( 3). Pendalaman dan perluasan GBL (gerakan budaya literasi)” ungkapnya.

Dalam segmen lain Presiden Mahasiswa Rifaul Doni menyatakan Pendidikan karakter harus lebih digalakkan lagi, demi tercapainya sebuah pendidikan yang berkarakter dan bermartabat.

“Pendidikan karakter sudah banyak digalakkan terbukti adanya Perpres No 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter, namun terkait penguatan pendidikan karakter bisa melalui sosial budaya pengenalan sejarah – sejarah di Kabupaten Sidoarjo” pungkasnya. (AR/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.