https://limadetik.com/

Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Gedung Dinkes, MPR Madura Raya Datangi Kejari Sumenep

Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Gedung Dinkes, MPR Madura Raya Datangi Kejari Sumenep
FOTO: Aktivis MPR Madura Raya saat mendatangi Kejari Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Pertanyakan kasus pembangunan Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Majelis Pemuda Revolusi atau MPR Madura Raya mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jawa Timur, Senin (7/2/2022).

Kedatngan para aktivis MPR Madura Raya secara tegas ingin mengetahui sejauh mana penanganan kasus korupsi pembangunan Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep tersebut ditangani oleh aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Sumenep dalam hal ini Kejari setempat.

limadetik branding

Aktivis MPR Madura Raya menduga ada permainan oknum aparat penegak hukum terkait berbelitnya kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep yang sudah 7 tahun tak kunjung menemukan titik penyelesaian.

“Kita ingin tahu sejauh mana penanganan kasus perkara korupsi gedung Dinkes tersebut. Karena kasus ini sudah lama bergulir dan tak kunjung selesai, masih berkutat saling lempar berkas antara Kejaksaan dan Kepolisian,” kata M. Darol, Wakil Ketua MPR Madura Raya kepada media ini, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga :  Pilkada di Tengah Covid-19, Bawaslu Sumenep Ajukan Anggaran Tambahan

Disamping itu kata Darol, pihaknya juga datang untuk mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep agar kasus ini cepet diselesaikan dan ditangani secara rius.

“MPR Madura Raya mendesak Kejaksaan Negeri Sumenep agar segera menyelesaikan kasus pemvbangunan Gedung Dinkes, biar kepercayaan publik kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejari Sumenep tidak luntur,” tandasnya.

Selain itu, Darol juga menambahkann, agar status hukum para tersangka segera menjadi jelas dan mendapatkan keputusan hukum tetap (inkrach) dari Pengadilan.

Baca Juga :  Solidaritas Mahasiswa Sidoarjo Demo DPRD Menuntut Dibatalkan RUU KPK dan RKUHP

“Kasihan mereka yang sekarang menjadi tersangka. Nasibnya semacam digantung begitu. Jadi cepat selesaikan kasusnya. Kalau memang bersalah atau tidak, agar segera mendapatkan keputusan hukum tetap dari Pengadilan (inkrach),” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Novan Bernadi menyampaikan kepada pihak MPR Madura Raya, bahwa pihaknya sudah bekerja profesional.

Dihadapan para aktivis MPR Madura Raya Novan membeberkan bahwa kendalanya bukan ada di Kejaksaan, tapi ada di berkas yang dari penyidik Polres Sumenep yang menurutnya tidak kunjung lengkap.

Bahkan menurut Novan, berkas yang dari penyidik Polres sudah dikembalikan lagi ke Polres Sumenep pada Rabu (02/02/2022), sebab berkas tersebut belum lengkap. Tetapi, kata dia, berkas yang dikembalikan itu sudah dikasi petunjuk untuk dilengkapi oleh penyidik Polres.

Baca Juga :  Gali Bakat Terpendam, KMP SDN 1 Tangkilsari Gelar Pekan Seni dan Budaya Tingkat

“Berkas perkaranya sekarang ada di Polres, mas. Kami kembalikan sehari setelah hari libur Imlek. Dan sudah kami kasi petunjuk, apa saja yang perlu dilengkapi,” jawabnya.

Terkait hal ini, Kasi Intel Kejari Sumenep tersebut mempersilahkan MPR Madura Raya untuk langsung mendatangi penyidik Polres, untuk mempertanyakan kebenaran apa yang disampaikannya.

“Teman-teman MPR Madura Raya bisa langsung datangi Polres Sumenep sekarang. Boleh tanyakan sama mereka (penyidik polres, red) secara langsung, takut dikira saya berbohong, dan masalahnya biar lebih jelas,” tegas Novan.

Tinggalkan Balasan