umroh 12 hari
Daerah  

PKL di Talang Siring Protes Kaitkan dengan Pilkades, Ternyata Begini Faktanya

"Tidak ada maksud untuk mengusir maupun melarang PKL untuk berjualan disana (pantai Talang Siring), namun saat ini memang dilakukan penataan dan pendataan ulang, sesuai arahan dan kesepakatan antara Pokdarwis dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Pamekasan, bahwa tidak ada lagi PKL berjualan di dalam area utama wisata Talang Siring," jelasnya.

PKL di Talang Siring Protes Kaitkan dengan Pilkades, Ternyata Begini Faktanya
FOTO : Seorang lelaki marah-marah di pintu masuk pantai Talang Siring

PAMEKASAN, Limadetik.com – Video amatir sepanjang 1 menit 27 detik yang mempertontonkan seorang lelaki marah-marah di pintu masuk pantai Talang Siring desa Montok kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan menyebar luas di media sosial.

Video tersebut sengaja diviralkan untuk mendapat perhatian publik. Namun, setalah ditelurusi, fakta sebenarnya terungkap usai Ketua Kelompok Sadar Wisata Talang Siring, Erik memberikan klarifikasi kepada media di Pamekasan.

umroh 9 hari

Menurut Erik, video yang sengaja diviralkan itu, tidak sepenuhnya benar.

Sebab, sebelumnya telah disampaikan kepada para PKL untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas jualan selama proses pendataan dan penataan PKL belum selesai.

“Tidak ada maksud untuk mengusir maupun melarang PKL untuk berjualan disana (pantai Talang Siring), namun saat ini memang dilakukan penataan dan pendataan ulang, sesuai arahan dan kesepakatan antara Pokdarwis dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Pamekasan, bahwa tidak ada lagi PKL berjualan di dalam area utama wisata Talang Siring,” jelasnya.

Menurut Erik, Pemkab Pamekasan melalui Dinas terkait telah memberikan fasilitas kios bagi mereka yang sebelumnya telah masuk data.

Sedikitnya, ada 9 data PKL yang telah terdata oleh Pokdarwis setempat, namun dua PKL diantaranya merupakan pedagang baru.

Erik menjelaskan, bahwa Pemkab Pamekasan telah menyiapkan 7 kios khusus untuk para PKL yang lokasinya menyatu dengan tempat parkir.

“Sebetulnya dari awal kami data ada 7 PKL yang sudah lama, karena kami bersama dinas memiliki rencana tata kelola yang lebih indah, mereka sudah sepakat pindah, sebab di dalam lokasi utama wisata sedang dilakukan perbaikan dan renovasi pembaharuan,” katanya.

Namun, dalam proses panjangnya, semakin hari PKL yang berjualan di Pantai Talang Siring bertambah menjadi 9.

Selanjutnya, kata Erik, 7 kios yang telah siap ditempati, hanya dapat diisi oleh 7 PKL lama. Sementara, dua kios lainnya harus mengikuti aturan yang sama untuk berjualan di tempat yang telah ditentukan Pokdarwis setempat.

“Yang jadi masalah, ada salah satu PKL diluar 7 orang terdaftar pengguna kios yang bandel dengan sengaja membuat tempat sendiri. Mereka juga tidak mau ikut arahan dan aturan yang berlaku, masak 1 PKL ini tidak pamit dan izin terlebih dahulu ke kami, langsung pasang tenda dekat pintu masuk di area parkiran wisata. Kan tidak etis ?,” terang Erik bernada kesal.

Padahal, pihak Pokdarwis bersama Disporapar telah mencari solusi untuk dua PKL yang didata ulang tersebut agar sama-sama memiliki tempat yang nyaman tertata rapi dan indah.

Erik sangat menyayangkan atas tindakan seorang PKL yang dengan sengaja untuk mencari perhatian publik. Padahal, pihaknya dari awal menegaskan bagi yang belum memiliki kios untuk sementara waktu tidak berjualan terlebih dahulu.

“Yang sangat saya sayangkan, satu PKL ini ngotot saat ditegor, tidak konfirmasi juga ke saya selaku ketua Pokdarwis. Mereka mendirikan tenda sesukanya, tidak mau diatur, seolah-olah kejadian yang viral di Video itu dikait-kaitkan dengan persoalan Pilkades, padahal tidak ada hubungannya sama sekali,” tandasnya.

Baca Juga :  Meski Malam Hari, Tim Satgas Covid-19 Kodim Pamekasan Gencar Lakukan Vaksinasi Door To Door

ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Pamekasan, Kusairi mengaku, telah mengetahui persoalan yang terjadi saat meminta keterangan kepada pengelola tempat wisata.

“Kami baru mendengar kabar video ini, setelah kami konfirmasi, ternyata salah faham dan tafsir. Sebab, beberapa hari lalu teman – teman Pokdarwis ini telah melakukan pemindahan. Tujuan kami dari dinas dengan Pokdarwis dan Kades disini (Montok), agar wisata Talang Siring lebih indah, rapi dan nyaman dilihat oleh pengunjung,” katanya, menjelaskan.

Kusairi menuturkan, rencana tersebut telah dilakukan sejak lama sebelum adanya pelaksanaan Pilkades serentak beberapa hari lalu.

Dari sisa PKL yang belum memiliki kios, pihaknya masih menunggu rapat lanjutan untuk dicarikan tempat. Bukan lantas asal mendirikan tempat dengan sendirinya.

“(Artinya, sisa PKL yang didalam ini harus ikut keluar dari pusat wisata dan namun tetap diatur nanti di area barat itu,” jelasnya.

Bahkan, tata kelola penataan ruang dan pembenahan wisata itu, kata mantan Kasatpol PP ini dilakukan di semua destinasi wisata yang ada di bumi Gerbang Salam.

Tempat wisata tersebut berlaku bagi yang dikelola Pemkab, Bumdes, kerjasama Pemkab dan Desa maupun perorangan.

“Kami rencanakan akan memasuki produk UMKM lokal, namun sekarang masih dalam tahapan pembenahan dulu, ini yang akan kami lakukan kedepan,” kata Kusairi.

Ia meminta permohonan maaf atas kejadian tersebut hingga viral dan dikait-kaitkan dengan Pilkades. Sebab, rencana pemindahan dan tata kelola itu telah lama dilakukan. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilkades serentak.

Kusairi menjelaskan, bahwa Pemkab telah memiliki kesepakatan dan perjanjian dengan Pokdarwis dan pengelola wisata sebagai regulasi dan aturan kedepan untuk pengelolaan wisata lebih indah, nyaman dikunjungi banyak orang baik lokal, nasional bahkan internasional agar memberikan manfaat bagi masyarakat kabupaten Pamekasan.

“Prinsipnya, tempat wisata yang dikelola baik perorangan maupun pemerintah desa melalui Pokdarwis dan Pemkab, untuk memberikan dampak positif bagi PKL dari segi ekonomi, produk lokal kita juga laku. Mari kita bersama-sama untuk menjaga Pamekasan lebih baik dan maju. Jadi jangan hanya satu hal ini, merusak semuanya,” pesan mantan Camat Batumarmar tersebut.

Tinggalkan Balasan