Presiden Jokowi Angkat Bicara Soal Kasus DD di Pamekasan yang Dikorupsi

red: rudy

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di acara Rapimnas Partai Hanura ke -1 di Bali

BALI, Limadetik.com _ Kasus korupsi dana desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur memantik perhatian Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan bahwa sejak awal diluncurkan, uang yang dikucurkan untuk desa itu jumlah sangat besar.Yakni Rp 20 triliun.

Sementara setahun setelahnya, ditingkatkan menjadi Rp 47 triliun dan kini berada pada angka Rp 60 triliun. “Artinya, total dalam tiga tahun ini sudah 127 triliun. Apa yang kita harapkan dari dana desa ini? Ada perputaran uang dari dana desa, ada perputaran uang di bawah, ada perputaran uang di desa, sehingga apa? Daya beli rakyat di desa semakin naik,” jelas Jokowi usai menghadiri Rapimnas I Partai Hanura di The Stone Hotel, Bali, Jumat (4/8).

Adapun dana desa merupakan salah satu program pemerintah untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat desa.

Karena jumlah besar yang dikucurkan pemerintah pusat, pengawasannya pun kata Jokowi harus dilakukan secara terus menerus. Semua pihak tentu berharap agar uang yang pada dasarnya dimaksudkan untuk kesejahteraan rakyat itu tidak disalahgunakan.

“Saya selalu sampaikan bahwa manajemen dana desa itu harus betul-betul direncanakan dengan baik, diorganisasi yang baik. Ada pendampingan, dilaksanakan, tetapi juga harus ada pengawasan, controlling, pemeriksaan, yang terus menerus. Karena ini terkait uang yang besar sekali,” tukansya.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap menyuap terkait pengurusan kasus dana desa.

Penetapan tersangka ini sebagai tindak lanjut atas penangkapan lima orang tersangka dan beberapa pihak lain pada Rabu (2/8) kemarin, karena diduga melakukan tindak pidana suap menyuap.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif mengatakan, kelima tersangka tersebut adalah Bupati Pamekasan Ahmad Syafii, Kajari‎ Pamekasan Rudy Indra Prasetya, Inspektur Pemkab Pamekasan Sutjipto Utomo, Kepala Desa Dassok Agus Mulyadi, dan Kabag Administrasi Pamekasan Noer Solehhoddin.(*)

LEAVE A REPLY