RSUD Sumenep Sosialisasikan Bahaya HIV/AIDS

SUMENEP, limadetik.com – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim) berupaya agar di Kota Keris ini masyarakat tidak terjangkit penyakit HIV/AIDS. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi tentang bahayanya HIV/AIDS dan gejala orang yang terkan penyakit mematikan tersebut.

Sosialisasi kali ini dilakukan bersama para santri dan mahasiswa INSTIKA Guluk-guluk.

“Kami sengaja menggandeng RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep untuk mensosialisasikan pentingnya kesehatan. Terlebih tentang HIV/AIDS,” kata Ketua Panitia Festival Cinta Buku (FCB) XI Nasional, Moch. Farid, Selasa (24/4/2019).

Pihaknya sengaja mengadakan acara ini karena dianggap penting ketika mengingat bahwa INSTIKA merupakan kampus yg berada di naungan pesantren. Sehingga bisa dipastikan seluruh mahasiswanya bersih dari penyakit HIV, baik karena ditulari oleh faktor pergaulan, atau pelaku sendiri.

“Dari itu kampus ini bisa selaras dengan slogan yg selama ini dijunjung tinggi, yakni “Kampus Tatakrama, kampus yang berlandaskan pada nilai-nilai akhlaqul karimah,” terangnya.

Acara yang dihadiri ratusan santri dan Mahasiswa INSTIKA ini, menghadirkan dua narasumber dari RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, yakni dr. Endah Pramaningtyas, Sp.PD Ketua TIM HIV RSUD dr. Moh. Anwar dan Arman Endika Putra, SKM, M.Kes Kasi Informasi.

Dalam paparannya, penularan penyakit HIV/AIDS ini menyeluruh, dan tidak ada segmentasi khusus daerah terdampak. Oleh karenanya, meskipun saat ini sosialisasi di Guluk-Guluk, bukan berarti disini lebih banyak pengidapnya.

“Jik disini diadakan sosialisasi tentang HIV/AID, bukan berarti ini termasuk daerah terdampak,” kata Arman Endika Putra, SKM, M.Kes Kasi Informasi, di depan para Mahasiswa INSTIKA dan santri Guluk-guluk, saat melakukan sosialisasi di Auditorium As-Syarqawi.

Sementara itu, dr. Endah Pramaningtyas, Sp.PD Ketua TIM HIV RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep mengatakan, Fenomena HIV ini sperti gunung es, tanpak sedikit padahal banyak. Hal itu terjadi karena banyak yang belum terdeteksi. Bahkan, Jawa Timur menduduki peringkat kedua di seluruh Indonesia.

“Untuk di Sumenep sendiri yang datang sendiri ke rumah sakit sudah mencapai 112 orang,” terangnya.

Dari 112 orang yang positif menderita HIV/AIDS hanya 50 orang yang rutin mengambil pengobatan. “Selebihnya ada yang putus di tengah dan tidak balik lagi,” tukasnya. (hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here