SUMENEP, limadetik.com – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Kota Sumenep, Jawa Timur bisa bisa ideal. Pasalnya,  ketersediaan RTH berdasarkan data di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) dan Cipta Karya, Sumenep masih belum sampai 30 persen.

Padahal, sesuai Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap wilayah kota harus menyediakan RTH sebesar 30% dari luas wilayah. Selain itu, kebutuhan akan Ruang Terbuka Hijau pada suatu wilayah juga dapat ditentukan melalui berbagai indikator seperti jumlah penduduk, kebutuhan oksigen, dan kebutuhan air bersih.

“Memamg idealnya 30 persen sesuai Undang-undang, 20 persen pengembangan RTH dibangun oleh Pemerintah (RTH Publik), 10 persen dari partisipasi masyarakat (RTH Privat),” kata Kepala DPRPCK Sumenep, Bambang Iriyanto, Senin (28/1/2018).

Maka dari itu, sambung Bambang, akan terus menggenjot pembangunan khusus kawasan RTH, salah satunya akan dibangun di pintu masuk Kantor Pemkab Sumenep. Proyek tersebut, Pemerintah Daerah telah menyediakan anggaran sebesar Rp9 miliar.

Anggaran Rp9 miliar itu kata Bambang, nantinya akan direalisasikan pada empat paket pekerjaan. Diantaranya untuk pembangunan baru, revitalisasi fiesid dan fasilitas umum, pekerjaan MPIP seperti pengadaan elektika dan RTH, pengadaan lampu penerang jalan (PJU), serta pembangunan jalan masuk dan trotoar bagian barat.

Saat ini kawasan RTH hanya ada di Taman Bungan atau taman Potre Koneng sebagaimana yang telah diresmikan oleh Bupati Sumenep A Busyro Karim akhir tahun 2018 lalu. Selain itu, kawasan RTH eks Tajamara.

“Targetnya nanti disana ada RTH. Disana juga ada taman, dan tempat parkir sesuai dengan perencanaan,” tukasnya.(hoki/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here