Sekdes Singapura : Wartawan dan LSM Tak Perlu Dihindari

Sekdes Singapura
BATURAJA, Limadetik.com – Kehadiran Pers atau Wartawan, sebenarnya tidak perlu di takuti, apalagi di hindari, karena wartawan adalah pekerja profesional yang ikut membangun bangsa dan negara melalui tulisan atau berita-berita yang akan di sebarluaskan ke publik.
“Kehadiran wartawan di era sekarang ini sangat di butuhkan, sebab mereka (wartawan) yang akan memberikan segala informasi,” kata Sekretaris Desa Singapura Kecamatan Semidang Aji M Fakhrurrozi saat di temui limadetik.com   di sela kegiatan pembangunan di Desa Singapura, Kamis  (3/7/2017).
Fungsi wartawan di ungkapkan M Fakhrurrozi, telah diatur dalam undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Pada pasal 1 ayat (1) menjelaskan bahwa, wartawan adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi,  mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya, dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.
Kemudian pada pasal 1 ayat (4) menyebutkan bahwa wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik.
“Oleh karena itu wartawan memang begitu penting kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, jadi tak perlu untuk di takuti dan di hindari,” tuturnya.
Namun sejauh ini masih ada kesan wartawan merupakan golongan yang di takuti, sehingga beberapa orang cenderung alergi dan selalu menghindar ketika ada wartawan datang, padahal wartawan adalah mitra kerja, bukan musuh yang harus di takuti bahkan di hindari.
Sudah ditegaskan, lanjut dia, bahwa wartawan di tuntut untuk menulis  berita yang berimbang, sesuai dengan fakta dan profesional dalam menyajikan informasi ke publik, tapi terkadang masih di temukan oknum yang menyajikan informasi tidak melalui konfirmasi, sehingga terkesan ada unsur kekecewaan atau sakit hati terhadap orang yang akan di muat pemberitaan.
“Saya berharap rekan-rekan wartawan khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) akan lebih profesional dalam menyiarkan berita dan teruslah berkarya melalui tulisan-tulisan yang bermutu,” harapnya.
Bersama wartawan, sambung dia, pembangunan daerah harus di kawal dan di kontrol, karena peran wartawan sangat di butuhkan di era keterbukaan ini dan juga wartawan merupakan bagian terpenting dalam pembangunan.
Selanjutnya wartawan juga memiliki pedoman dan kode etik bahwa harus bersikap netral, tidak ada tekanan dari pihak manapun untuk menyiarkan berita secara jujur dan aktual tanpa menjatuhkan pihak manapun. Wartawan berasal dari masyarakat dan menyiarkan informasi untuk masyarakat serta  bertanggung jawab pada masyarakat.
Selain wartawan kata dia, ada peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang merupakan organisasi atau lembaga independen.
LSM juga menjalankan  peran dan fungsinya sebagai kontrol yang harus pro aktif menyikapi hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan menjadikan sosial kontrolnya skala prioritas untuk di perjuangkan.
“Ya, kita harus memahami fungsi LSM tidak untuk di takuti dan di hindari, jika mendapati kekurangan atau kelemahan yang di kritik LSM, sebaiknya di lakukan pembenahan atau perbaikan kinerja,” tandasnya.
Namun ditambahkan dia ada juga di jumpai oknum yang hanya bisa mengoreksi dan menyalahkan tapi tak dapat memberikan masukan dan saran yang baik dan benar, semoga hal itu menjadi arti yang positif bagi LSM dalam menjalanakan fungsinya.
 “Saya juga berharap kepada rekan LSM yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) agar dapat bekerja profesional dalam mengawal dan mengawasi pembangunan,” pungkas Sekdes Singapura M Fakhrurrozi.
(Ari/Yd)

LEAVE A REPLY