https://limadetik.com/
Opini  

Siapa Dalang Politik Pendidikan?

Siapa Dalang Politik Pendidikan?
FOTO : Fajrullah

OLEH : Fajrullah
_____________________________________

Limadetik.com – Sepanjang sejarah, dan semasa hidup seorang pengamat, politik pendidikan merupakan sikap yang hampir konsisten dalam hal mengarahkan kontrol sosial, utamanya mengenai tujuan dan metode sistem pendidikan. Kita tau, bahwa Masyarakat selalu berubah. Karena itu, sistem sosial pun selalu mengalami perubahan.

limadetik branding

Akibat dari sistem pendidikan dan segala unsur dalam sistem sosial, menimbulkan perubahan dalam siklus Pendidikan, terlihat secara jelas, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Semua aktivitas institusi pendidikan bermuara pada pencapaian tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri sebagai warga negara demokratis dan bertanggung jawab (UU Nomor 20 Tahun 2003). Pendidikan adalah hak asasi manusia, kunci pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian dan stabilitas dalam negeri. Pendidikan juga harus dilindungi dan dipenuhi oleh negara.

Baca Juga :  Skenario Pergantian Kapolri

Kita sempitkan Kembali, bahwa sebenarya. Secara etimologi “politic” berasal dari kata prancis “politique”, dan diambil dari kata latin “politicus”. Secara sederhana politik kekuasaan adalah menentukan siapa memperoleh apa, dimana, dan kapan. Politik sebagai jenis khusus usaha seseorang dalam memperjuangkan kekuasaan politik (Catanese, 1984: 57)

Padahal, Politik dan pendidikan berada dalam satu sistem yang saling berhubungan dekat. Diketauhi dari kiprahnya, para pendidik selalu memelihara politik karena proses pendidikan yang memberikan sumber nilai dan memberikan kontribusi terhadap politik. Pendidik memberi kontribusi signifikan terhadap politik, terutama stabilasi dan transformasi sistem politik (Thomson, 1976:1). Peran politisi dalam perencanaan dan pengembangan mulai berkembang karena para bidang legislatif bertanggung jawab mengembangkan sikap politis, biasanya melalui undang-undang, hukum, pembuatan anggaran, aturan, dan peraturan (Catanese, 1984:58).

Baca Juga :  Keshahihan di Atas Maraknya Covid-19

Sementara hubungan politik dan pendidikan merupakan suatu hal yang sulit dipahami. Satu sisi, hal itu disebabkan sifat dasar politik itu sendiri. Pemahaman politik juga lebih sulit bagi warga negara sebab konsep politik memunculkan beragam citra. Pandangan politik mengacu terhadap hubungan politik dengan kebijakan pemerintah sebagai hasil dari sistem. Berbagai peraturan, keputusan, aturan-aturan/tata tertib, tindakan administratif yang menandakan bukti dari politik. Pandangan lain mengenai politik, bahwa politik sebagai proses, cara sistem politik itu bekerja. Pendekatan ini lebih kompleks konsepnya dan memerlukan suatu pemahaman bagaimana proses pemerintahan bekerja dan bagaimana perilaku manusia mempengaruhi semua proses tersebut.

Baca Juga :  MTs Negeri I Sumenep Siap Menghadapi UN 2019

Secara sadar, penulis masih terus belajar tentang bagaimana itu politik yang tidak dipolitisasi, sehingga anggapan bahwa politik tidak hanya berkisar di lingkungan kekuasaan. Dalam beberapa aspek kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik, baik politik dagang, budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya. Demikianlah politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (private goals). Politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan (individu).

Tinggalkan Balasan