JAKARTA, Limadetik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan satu tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan proyek Meikarta. Tersangka yang baru ditahan tersebut yakni, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Dengan demikian, sembilan tersangka suap proyek Meikarta lengkap telah ditahan seluruhnya. Neneng sedianya akan dititipkan di Rutan Mapolda Metro Jaya untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan.

“NR ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (16/10/2018).

Sebelumnya, Neneng menyerahkan diri pada hari ini sekira pukul 04.00 WIB, dini hari ke kantor KPK dengan diantar oleh pihak keluarga. Neneng sebelumnya sempat akan melarikan diri pasca-ditetapkan sebagai tersangka.

Neneng kabur dengan mengendarai sebuah mobil jenis BMW ke arah Cikampek. Namun dia akhirnya menyerah dengan mendatangi KPK. Mobil BMW yang dikendarai Neneng telah disita oleh KPK untuk kepentingan penyidikan.

KPK sendiri telah menetapkan Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NNY) dan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Selain Nenang dan Billy, ‎KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).


sumber: okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here