https://limadetik.com/
Tak Berkategori  

STKIP PGRI Sumenep Kembali Didemonstrasi Mahasiswanya

Koordinator Lapangan (Korlap),aksi demonstrasi dari KMI yang berinisial SB menyebutkan, bahwa aksi ke-2 yang dilakukannya tersebut merupakan bentuk respon karena tidak ditemuinya pada saat adanya aksi yang pertama beberapa waktu lalu.

STKIP PGRI Sumenep Kembali Didemonstrasi Mahasiswanya
FOTO: Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep saat melakukan Demonstran

SUMENEP, Limadetik.com – Pagi tadi tanggal 14 Maret 2022, di depan kampus STKIP PGRI Sumenep dihadang oleh puluhan mahasiswa yang melakukan demonstrasi yang tergabung dalam aliansi Kesatuan Mahasiswa Independen (KMI). Hal tersebut disinyalir oleh beberapa problematika yang sudah lama menjadi diskursus di kalangan mahasiswa.

Pasalnya, sebelumnya KMI sudah sempat melakukan aksi demonstrasi, tetapi tidak mendapatkan respon positif dari pihak kampus STKIP PGRI Sumenep. Maka kemudian mereka melakukan aksi demonstrasi yang ke-2 untuk meminta kejelasan kembali terhadap pihak kampus.

limadetik branding

Koordinator Lapangan (Korlap),aksi demonstrasi dari KMI yang berinisial SB menyebutkan, bahwa aksi ke-2 yang dilakukannya tersebut merupakan bentuk respon karena tidak ditemuinya pada saat adanya aksi yang pertama beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Bupati Sumenep: Indonesia Harus Segera Tuntaskan Masalah Stunting

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa aksi demonstrasi KMI yang ke-2 ini dilakukan dengan membawa 5 tuntutan, yaitu hentikan heregistrasi untuk mahasiswa angkatan 2019 dan 2020, jauhkan hal yang berbau politik praktis dari kampus, revisi pedoman Kemahasiswaan tentang SOP audiensi, pemilu raya untuk BEM dan cabut adanya surat pernyataan larangan untuk melakukan aksi demonstrasi bagi calon mahasiswa baru.

“Ini adalah demonstrasi yang ke dua karna aksi yang pertama kami dari kesatuan mahasiswa independen atau KMI tidak di temui, poin tuntutan yang kami bawa ada 5 hal yaitu : Hentikan teregistrasi kepada mahasiswa terutama angkatan 2019 dan angkatan 2020, singkirkan politik praktis dari kampus, revisi mengenai pedoman kemahasiswaan, SOP mengenai pembatasan audiensi, pemilu Raya pemilihan BEM dan cabut surat pernyataan mahasiswa yang tidak boleh melakukan aksi demonstrasi” tuturnya saat diwawancarai.

Baca Juga :  Soal Tambak Udang, Mahasiswa Curigai Pemkab Main Mata

Senyampang dengan hal itu, salah satu peserta aksi demonstrasi yang berinisial FAS juga menambahkan bahwa tidak ada itikad baik dari pimpinan untuk menemui para mahasiswa yang melakukan aksis demonstrasi beserta poin tuntutannya. Di mana pada aksi demonstrasi yang pertama, pimpinan sama sekali tidak menemui sampai aksi demonstrasi tersebut bubar.

Dan saat aksi demonstrasi yang kedua inipun tetap mendapatkan hal yang nihil karena pimpinan juga tetap bersikukuh tidak mau menemui.

Baca Juga :  Asta Tinggi Sumenep, Tujuan Wisatawan Religi

“Kemarin, demonstrasi yang pertama pimpinan kampus tidak menemui kami sampai aksi di bubarkan. Dan ini adalah upaya perjuangan kami yang kedua, dan sampai saat ini juga masih belum di temui pimpinan” ujarnya menimpali.

Sampai saat ini para mahasiswa tetap bersikap teguh untuk bertahan di depan kampus STKIP PGRI Sumenep, menunggu sampai pimpinan menemui dan menerima tuntutan yang menjadi aspirasi.

Tinggalkan Balasan