SUMENEP, limadetik.com —  Beredar isu dua provokator pelaku kerusuhan yang terjadi di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih saat pilkades pada Kamis 7 November 2019 kemarin akan ditangguhkan penahanannya.

Terkait isu tersebut beberapa Tokoh Masyarakat Batu Putih mendatangi Kapolres Sumenep meninta agar kedua pelaku yang telah ditahan untuk tidak dilepas dan segera diusut tuntas agar aktor dari semua kericuhan dapat diketahui.

K.Muhammad Niwa, salah satu tokoh masyarakat Batu Putih yang mendatangi Polres Sumenep meminta pihak polres agar segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di desa juruan laok agar tidak terjadi hal yang sama.

“Masyarakat batu putih pada umumnya dan khususnya Juruan Laok meminta kepada pihak polres agar bisa segera menyelesaikan kejadian kerusuhan di juruan laok saat pilkades berlangsung dan mengakibatkan pilkades ditunda” katanya, Jumat (8/2)11/2019).

Menurut Niwa, Kapolres Sumenep beserta jajaran nya harus benar-benar menjamin keamanan dan ketentraman masyarakat di Juruan Laok jika nanti pilkades kembali digelar pada 14 november 2019 mendatang.

“Keamanan masyarakat juruan laok harus dijamin keamanan dan ketenangannya saat pemilihan ulang pilkades nanti. Itu sebabnya kami meminta agar kedua pelaku yang sudah ditahan jangan sampai dilepas sebab kalau dilepas tidak menutut kemungkinan kejadian yang sama akan terulang lagi” tegas K.Niwa di hadapan media.

Sebagaimana diketahui, keusuhan saat pilkades juruan laok 7 november kemarin telah banyak merugikan masyarakat setempat dan kerusakan barang milik panitia. (yd/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here