foto: Mansup Adi Kusuma (kiri Pakai Kopiah) bersama Yant Kaiy dari limadetik.com

SUMENEP, limadetik.com — Terletak di sekitar Astah Syekh Ali Akbar Dusun Pakotan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, rumah yang diperkirakan dibangun pada abad XIII ini masih ada sisa-sisa dinding tak beratap. Mulai dari sumur, kamar mandi, musolla, dapur, dan kamar yang berada di gua. Sedangkan ruang tamu berada di luar gua.

Rumah-rumah semi gua itu masih memiliki hak waris dari keturunan Syekh Ali akbar. Para keturunan tersebut sekarang masih menggarap tanah berbatu itu dengan menanam pohon kelapa dan pohon pisang.

Menurut Mansup Adi Kusuma, seorang seniman ludruk dan pemerhati sejarah yang tinggal di Dusun Pakotan juga, rumah-rumah bersejarah yang tinggal puing-puing dan dinding saja tersebut memang sudah ratusan tahun ditinggalkan oleh penghuninya.

“Rumah-rumah semi gua itu ditinggalkan dikarenakan oleh adanya musibah banjir. Air bah itu datang pada malam hari, sebagian ada yang meninggal dunia, tapi lebih banyak yang selamat. Maka para pemiliki rumah gua berpindah ke dataran yang lebih tinggi,” terang Mansup kepada limadetik.com, Jumat (8/11/2019).

Rumah Semi Gua peninggalan sejarah milik keturunan Syekh Ali Akbar di Desa Pasongsongan

Kebanyakan rumah semi gua itu memang berada di sepanjang aliran Sungai Pasongsongan berjarak 300 meter. Kendati bukan berada di bibir sungai yang menjadi pembatas Desa Panaongan dan Pasongsongan, namun besarnya terjangan air bah membuat cucu kesayangan Syekh Ali Akbar meninggal dunia. Lalu beliau menganjurkan kepada keturunannya untuk pindah, takut musibah yang sama terulang kembali.

“Pada abad XV, kebetulan masyarakat Pasongsongan umumnya sudah mengenal tempat tinggal seperti sekarang. Jadi tradisi membangun rumah semi gua tidak dilanjutkan. Karena membangun rumah semi gua membutuhkan waktu lama,” ujar Mansup yang usianya sudah lebih dari 60 tahun.

Perlu diketahui, Syekh Ali Akbar adalah ulama besar penyebar agama Islam di Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. Beliau meninggal pada 28 Maret 1592 Masehi dan ia merupakan paman dari Raja Sumenep, Bindara Saod. Beliau masuk kedalam jajaran orang-orang termasyhur dan berpengaruh di jamannya.

Mansup Adi Kusuma juga sangat menganjurkan kepada para peziarah (wisatawan religi), “Kalau ke Kecamatan Pasongsongan, mampirlah  ke Astah Syekh Ali Akbar sambil melihat lebih dekat bekas rumah semi gua. Peninggalan sejarah yang terabaikan. Bukankah di Kecamatan Pasongsongan ada Gua Sukarno dan Astah Buju’ Panaongan.” pungkis. (Yant Kaiy/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here