Scroll Untuk Membaca Artikel
Daerah

Tahun 2024, Diskominfo Sumenep Dorong Nelayan di Kepulauan Memiliki Alat SiKapal

×

Tahun 2024, Diskominfo Sumenep Dorong Nelayan di Kepulauan Memiliki Alat SiKapal

Sebarkan artikel ini
Tahun 2024, Diskominfo Sumenep Dorong Nelayan di Kepulauan Memiliki Alat SiKapal
Kepala Dinas Kominfo Sumenep, Fendian Tetrajaya

Tahun 2024, Diskominfo Sumenep Dorong Nelayan di Kepulauan Memiliki Alat SiKapal

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sistem Informasi Keselamatan Pelayaran (SiKapal) satu-satunya di Indonesia aplikasi berbasis keselamatan para nelayan maupun pelaut di Kepulauan Sapeken dan masuk top 45 Nasional milik Kabupaten Sumenep.

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya mengungkapkan, saat ini, alat deteksi atau AIS yang terpasang di perahu berjumlah 20 buah.pada tahun 2023 kemarin, namun 1 peralatan telah hilang ketika salah satu perahu atau kapal mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu.

“Untuk tahun 2024 ini kita target 40 hingga 50 alat AIS bagi kapal atau pelaut di Kepulauan, ini semua adalah upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep hadir di tengah tengah masyarakatnya untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada saat berlayar ataupun melaut” katanya.

Terkait menambah alat pendeteksi (AIS) lanjut Dian sapaan akrab Kadis Kominfo Sumenep itu, pihaknya mendorong pemerintahan desa agar mengalokasikan dana untuk pembeliannya melalui Dana Desa (DD), sehingga masyarakat yang memiliki perahu atau kapal di setiap desa memiliki peralatan dimaksud.

“Kita sudah lakukan koordinasikan dengan instansi terkait, yakni DPMD agar kepala desa yang warganya mempunyai perahu atau kapal untuk dibelikan AIS, karena Diskominfo anggarannya terbatas untuk pengadaan AIS ini,” ungkapnya.

Untuk saat ini kata Kadis Kominfo Sumenep itu, alat pendeteksi keselamatan atau AIS untuk para nelayan dan pelaut tersebut masih di fokuskan ke pulau yang letak geografisnya memang sangat jauh dan banyak pulau-pulaunya. Namun juga tetap akan dilakukan pemerataan bagi pulau pulau yang lainnya yang dekat dengan daratan.

“Pemasangan AIS atau alat pendeteksi keselamatan bagi pelaut ini kita masih utamakan di pulau pulau yang jauh dan rute pelayaran dan kerjanya memang jauh seperti di Kecamatan Sapeken, kalau untuk pulau yang dekat seperti talango dan sepudi masih belum kita kesana, tapi yang pasti program ini nanti pada akhirnya merata” terangnya.

Adapun terkait pelayanan SiKapal ini tambah Kadis Kominfo, tetap beroperasi selama 24 jam, sehingga setiap pergerakan para pelaut selalu terdeteksi posisi dan tujuannya, sebab terkoneksi dengan pelayanan call center 112.

“Hebatnya SiKapal ini, keluarga di rumah bisa ikut memantau kemana dan sampai dimana pergerakan suami atau yang lainnya saat berada di lautan. Dan pemakaian AIS ini juga sangat gampang sekali, tidak harus memakai listrik, pakai sejenis PLTS juga sangat bisa” pungkasnya.

× How can I help you?