https://limadetik.com/

Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tetap Beroperasi, KPPG Kepung Balai Desa

Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tetap Beroperasi, KPPG Kepung Balai Desa
FOTO: Aksi unras KPPG di Balai Desa Gadu Barat ganding

SUMENEP, Limadetik.com – Persoalan tambang galian c ilegal di Kabupaten Sumenep yang hingga saat ini masih tetap dibiarkan beroperasi seakan menjadi sebuah polemik di tengah masyarakat, khususnya di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding.

Tidak jarang memancing kegerahan dan kemarahan sebagian besar masyarakat di sekitar tambang galian c ilegal untuk melakukan aksi, seperti halnya aksi yang dilakukan Koalisi Pemuda Penyelamat Gadu Barat (KPPG) pada Senin, 3 Januari 2022 kemarin.

limadetik branding

Trisno Wijaya, salah satu korlap aksi mengatakan, masyarakat merasa dirugikan dengan keberadaan tambang galian c ilegal yang ada di Desa Gadu Barat tersebut.

Kerugian masyarakat tersebut terlihat dari banyaknya fasilitas jalan yang sudah hancur akibat kendaraan besar milik penambang galian c ilegal yang keluar masuk lokasi. Belum lagi ancaman lingkungan.

Baca Juga :  Razia Satpol PP Membuat PKL di Depan RSUD Syamrabu Bangkalan Terbirit birit

“Aktifitas tambang galian c ilegal di Gadu Barat ini benar-benar sangat mengganggu kenyamanan warga, baik saat di jalan termasuk juga kekhawatiran kami akan keselamatan lingkungan akibat dampak dari tambang galian c ini” kata Trisno Wijaya, Selasa (4/1/2022).

Padahal menurut Trisno Wijaya, pada tangal 9 Desember 2021 kemarin sudah dilakukan musyawarah di Sekretariat Desa, bersama sejumlah tokoh dan Forpimka, Kepala Desa setempat, yang juga dihadiri pemilik lahan galian c ditempatka di Sekretariat Desa Gadu Barat.

“Musyawarah waktu itu telah mencapai kesepakatan, salah satunya menghentikan pekerjaan tambang galian c. dan saat itu ditanda tangani bersama oleh Yudi Imam Anwari yang bertanggung jawab atas galian c di Gadu Barat” ungkapnya.

Baca Juga :  Tahun2018 Calon Penerima PKH di Sumenep Bertambah 31.901 Orang

Selain penanggung jawab galian c ilegal lanjut Trisno, di dalam surat kesepakatan tersebut juga ditanda tangani K.Qusyairi Zaini, sebagai tokoh masyarakat dan Kepada Desa Gadu Barat sendiri, Sa’di. serta yang hadir saat itu.

“Tapi ternyata dari hasil pantauan kami (KPPG), apa yang dihasilkan dan disepakati saat itu benar-benar diabaikan, terbukti hingga saat ini juga tidak ada jalan yang diperbaiki oleh pihak penagnngung jawab, padahal ini juga termasuk dalam kesepakatan saat itu” tandasnya.

KPPG saat ini kata Trisno, mengajukan empat tuntutan kepada penanggug jawab tambang galian c ilegal dan kepada Kepala Desa Gadu Barat, dianatarnya.

1. Menagih janji Kepala Desa gadu Barat dan pihak penanggung jawab proyek galian c ilegal untuk perbaikan jalan sesuai kesepakatan bahwa akan diperbaiki pada 18 Desember 2021 namun nihil.

Baca Juga :  Edukasi Pelayanan Publik Safety Riding Resmi Dibuka

2. Kepala Desa gadu Barat harus bertanggung jawab atas adanya kesenjangan sosial di tengah masyarakat, karena ada indikasi Kepala Desa terlibat di dalamnya.

3. Menuntut Kepala Desa untuk melalkukan penghijauan di lokasi penambangan galian c ilegal seperti sediakala.

4. Meminta Kepala Desa untuk melakukan penekanan terhadap pihak penanggung jawab tambang galian c ilegal agar memperbaiki dampak kerusakan lingkungan dan berjanji tidak melakukan penambangan kembali di Desa Gadu Barat.

“Jika semua tuntutan kami tidak diindahkan, maka jangan salahkan kami untuk kembali dengan massa yang lebih untuk melakukan aksi serupa, terhadap kegiatan tambang galian c ilegal di Gadu Barat” tukasnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan