https://limadetik.com/

Tenaga ‘Ad Hoc’ Bawaslu Sumenep Segera Diaktifkan

  • Bagikan
IMG 20200604 125724 1

SUMENEP, limadetik.com – Setelah dihentikan sementara sejak April 2020, tenaga ad hoc Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang terdiri dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panwas Kelurahan dan Desa (PKD) akan segera diaktifkan kembali.

Hal itu diungkapkan Komisioner Bawaslu Sumenep, Imam Syafi’i, Minggu (7/6/2020).

https://limadetik.com/

“Kami menunggu intruksi Bawaslu RI untuk kembali mengaktifkan kembali tenaga ad hoc,” katanya.

Menurutnya, sesuai yang disampaikan Ketua KPU RI tahapan Pilkada akan dimulai sejak 15 Juni 2020 nanti. Hanya saja pihaknya mengaku secara teknis belum paham mengingat intruksi dari Bawaslu RI dan SK dari KPU belum turun.

“Apabila tahapan Pilkada dimulai, maka secara otomatis badan ad hoc di bawah Bawaslu otamatis aktif kembali,” ujarnya.

Badan ad hoc sejak April lalu dihentikan sementara. Hal itu karena Indonesia termasuk negara yang tertular Covid-19. Di mana sampai saat ini penyakit mematikan tersebut telah menjangkit 26 ribu lebih dan sekitar 1.600 di antaranya meninggal dunia.

“Tetapi kami sampai saat ini belum bisa memastikan kapan akan diaktifkan kembali. Tetapi berdasarkan apa yang disampaikan Ketua KPU RI, tahapan Pilkada akan dimulai pada 15 Juni nanti,” tukasnya.

Sementara itu sebelumnya, Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tanziel, mengatakan apabila Pilkada berlangsung saat pandemi, maka membutuhkan penambahan anggaran. Hal itu disebabkan pelaksanaan pemungutan suara memerlukan sarana penunjang protokol pencegahan penularan virus corona. “Iya (butuh tambahan anggaran, Red),” katanya.

Mantan wartawan ini melanjutkan, penambahan anggaran diperlukan untuk menyesuaikan dengan protokol covid 19 bagi penyelenggara maupun pemilih. Salah satunya pengadaan alat pelindung diri (APD).

Dia menegaskan, pelaksanaan pemilihan di tengah pandemi ini pasti akan menambah anggaran, karena harus ada alat pelindung diri bagi semua badan ad hoc yang ada di desa-desa.

“Termasuk juga para pemilih yang hendak melakukan pencoblos harus ada pelindungnya seperti masker,” ujar Tanzil. (hoki)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan