Ilustrasi

JAKARTA, Limadetik.com – Bersih-bersih badan, pakaian, dan jilbab menjadi ritual wajib sepulang darirumah sakit. Hal ini berlaku bagi pasien, pengunjung, atau tenaga kesehatan yang menghabiskan hari di rumah sakit. Alkohol antiseptik wajib digunakan selama di fasilitas kesehatan, yang ditambah masker bila diperlukan.

Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) mengingatkan, membersihkan tubuh adalah langkah awal mencegah infeksi.

“Sekarang sangat mudah menemukan deretan alkohol di bangsal rumah sakit yang bisa digunakan setiap saat,” kata Ketua KPRA Harry Parathon.

Langkah pencegahan lebih efektif mengatasi gangguan akibat banteri, virus, atau parasit lainnya dibanding pengobatan. Pentingnya pencegahan juga terkait tingginya angka resistensi antibiotik di rumah sakit. Riset yang dilakukan KPRA pada 2016 membuktikan, angka sebaran bakteri resisten antibiotik mencapai 60 persen.

Angka tersebut selalu meningkat tiap tahun, dengan total sebaran pada 2013 sebesar 40 persen. Riset berjudul AMR Surveillance 2016 : Prevelance of E Coli and K pneumoniae (ESBL +) dilakukan di 8 kota. Enzim Extended-Spectrum Beta Lactamase (ESBL) yang dihasilkan bakteri mampu merusak rantai antibiotik, sehingga tak bisa berfungsi maksimal

Angka sebaran bakteri AMR di rumah sakit tempat riset dilakukan mencapai lebih dari 50 persen. Meski terlihat bersih, bakteri AMR nyatanya ditemukan di berbagai sudut rumah sakit.Ruang bedah dan peralatan medis juga tak luput dari sebaran bakteri AMR.


sumber: detikcom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here