Sejumlah orang melakukan aksi di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, Kamis (25/10). Mereka meminta kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas.

ISTANBUL, Limadetik.com — Tunangan Jamal Khashoggi, jurnalis terkenal yang dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, menolak undangan Presiden Amerika Serikat (AS). Hetice Cengiz, tunangan Khashoggi, mengatakan ia menolak undangan Gedung Putih karena ia pikir undangan tersebut untuk mempengaruhi opini publik demi keuntungan Trump.

Ini wawancara pertama Cengiz sejak Khashoggi menghilang di kantor konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober lalu. Saat itu Khashoggi menitipkan dua telpon genggamnya dan masuk ke dalam sementara Cengiz menunggu di luar.

Khashoggi seorang jurnalis senior yang kerap mengkritik pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Ia menghilang di kantor konsulat Arab Saudi setelah ingin mendapatkan dokumen untuk pernikahannya dengan Cengiz. Setelah beberapa pekan membantah terlibat atas menghilangnya Khashoggi, Kerajaan Arab Saudi mengakui pembunuhannya sudah direncanakan.

Trump dan Pangeran Mohammed sudah lama menjalin hubungan dekat sejak presiden dari Partai Republik tersebut berkuasa pada tahun 2017. Tapi pada awal pekan ini Trump mengatakan Pangeran Mohammed, sebagai pemimpin pemerintahan bertanggungjawab atas kematian Khashoggi. Ia juga mengatakan upaya Arab Saudi untuk menutupi kasus ini sangat buruk.

Cengiz mengatakan Khashoggi menyadari ketegangan yang terjadi saat pertama kali ia masuk kantor konsulat Arab Saudi pada 28 September. Tapi ia diperlakukan dengan sangat baik pada kunjungan pertamanya tersebut. Hal itu yang membuatnya yakin untuk kembali ke kantor konsulat.

“Saya tahu ada beberapa pertanyaan di kepalanya tentang apakah bisa terjadi sesuatu di kantor konsulat,” kata Cengiz.

Cengiz mengatakan Khashoggi akhirnya kembali ke kantor konsulat. Khashoggi yakin ia tidak akan ditangkap atau dilukai saat berada di Turki.

“Seperti yang Anda tahu jaringannya di Turki sangat bagus, dia juga punya jaringan politik, dia pikir Turki negara yang aman dan jika dia ditangkap atau diinterogasi, masalah akan selesai dengan cepat,” tambah Cengiz.

Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan meminta Arab Saudi mengungkapkan pelaku pembunuh Khashoggi. Ia juga meminta lokasi jenazah Khashoggi disimpan atau kuburkan. Tekanan masyarakat internasional kepada Arab Saudi untuk menuntaskan kasus ini juga terus meningkat.


sumber: republika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here