Wabup Sumenep Akui Kapal DBS III Tidak Tahan Ombak Besar

Ilustrasi

SUMENEP, limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur telah melaunching Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III beberapa waktu lalu. Hanya saja, hingga saat ini kapal yang dibuat untuk memperlancar transportasi warga kepulauan belum juga dioperasikan.

Padahal, beberapa hari terakhir cuaca tidak bersahabat. Banyak warga kepulauan berhari-hari tertahan di Pelabuhan Kalianget. Mereka mengimpikan DBS III segera dioperasikan. Sebab, DBS III dielu-elukan tahan ombak.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, bahwa belum beroperasinya kapal DBS III karena ada proses administrasi yang belum selesai.

“Bukan (karena ombak) kapal DBS III tidak dioperasikan. Tapi memang proses administrasinya belum selesai. Cuma kebetulan saja saat ini memang ada ombak (besar) dan banyak kapal tidak beroperasi,” jawabnya, Kamis (3/2/2019).

Politisi PDI P menjelaskan, tentang kemampuan kapal DBS III yang dinilai mampu melawan ombak, jika ombak dimaksud masih dalam batas tertentu.

“Tahan ombak kalau hanya satu atau dua meter. Kalau sudah empat meter, digulung juga. Tapi kami sudah berusaha membuat kapal yang lebih tahan ombak, karena kalau tidak tahan, itu mudah dihempaskan gelombang,” tegasnya.

Diketahui, pembuatan KMP DBS III mengahabiskan dana sekitar Rp 39 miliar melalui APBD Provinsi dan APBD Sumenep. Sejak awal disebutkan, KMP DBS III memiliki banyak kelebihan, diantaranya cukup tahan ombak sehingga kendala transportasi kepulauan saat cuaca buruk bisa teratasi setiap tahun.

Termasuk mampu menampung minimal 300 orang, mengangkut barang dengan berat mencapai 75 ton dan minimal 10 unit kendaraan roda empat serta kemampuan melaju dengan kecepatan 15-20 knot per jam. (hoki/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here