Warbler Saudi : Pangeran Bin Abdul Aziz Bin Fahd di Serang Dan di Tangkap Lalu Rumahnya di Rusak Pasukan Bin Salman

Limadetik.com,Riyadh – Gegerkan Kerajaan Arab Saudi,atas isu dan berita yang di pertegas oleh Warbler terkenal  Saudi “Mujtahid” mengungkapkan bahwa pasukan pangeran Bin Salman telah menyerang rumah salah satu pangeran besar dan menangkapnya pada hari Rabu yang lalu. Siapakah ia?

Tentunya info kabar terkait penyerangan rumah dan penangkapan salah satu pangeran besar arab saudi ini membuat geger penduduk setempat,pasalnya penyerangan ini dilakukan oleh pasukan Mohammed Bin Salman.

Mujtahid mengatakan melalui akun Twitter nya bahwa “Telah dilaporkan bahwa pangeran Abdul Aziz bin Fahad Duham yang sedang berada di istananya di Jeddah pada hari Rabu lalu telah ditangkap oleh pasukan Mohammed bin Salman dan ia berada di tempat yang tidak diketahui hingga saat ini”.

Mujtahid mengatakan dalam tweet-nya yang lain bahwa “Ibunya, Al-Jawhara Al-Ibrahim yang mencoba mencari informasi tentang kabar anaknya tidak mendapat informasi apapun, dan ia juga mencoba menghubungi Raja namun tidak berhasil. Al-Jawhara disebut-sebut belum makan makanan apapun sejak hari penangkapan anaknya”.

Mujtahid menegaskan bahwa “Mohammed bin Salman tidak akan mentolerir lawan-lawannya dalam keluarganya dan tidak akan segan-segan mengirim semuanya ke penjara dan tidak akan ada yang bisa lepas darinya bahkan jika lawannya yang tersisa adalah anak-anak dari Abdul Aziz”.

Semenetara itu, Pangeran Abdul Aziz bin Fahd mengungkapkan dalam salah satu tweet-nya pada hari Rabu pagi mengenai apa yang terjadi di dalam keluaarga kerajaan ketika ia mengatakan bahwa ia akan terbunuh. Ia menegaskan bahwa semua akan mengetahui darahnya akan menodai tangan siapa ketika rencana telah dijalankan.

Pengeran Abdul Aziz bin Fahad mengatakan dalam sebuah tweet di akun Twitter-nya yang berhasil dikutip “Al-Watan” sebelum akun tersebut dibuang dan diklaim telah diretas. Ungkapan Bin Fahad yakni, “Alhamdulillah kami telah dimuliakan dengan haji dan kami berpisah dengan paman kami Salman dan aku akan pergi dengan izin Allah jika akuu tidak pergi, ketahuilah aku terbunuh, dan aku akan meninggalkan putri-putriku dan darahku taukah kalian akan menodai tangan siapa?”.

Berita tersebut tersebar begitu cepat bagaikan api yang membakar jerami, dan akun Twitter tersebut kembali mengungkapkan dalam tweet-nya yang diklaim telah pulih setelah diretas, “Aku bersyukur kepada Allah yang bagi-Nya tiada sekutu, akun ini telah selamat dari para hacker, cukuplah Allah bagi ku dan cukuplah Allah sebagi penghisab bagi para pencuri, dan kita akan menyeru Allah seperti biasanya dengan izin Allah dan segala puji bagi Allah”.

Bukan hanya “tweet-tweet panas” tentang kerajaan yang dituliskannya, Pangeran Saudi Abdul Aziz bin Fahad sebelumnya juga telah meluncurkan serangan keras kepada Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed dan menyebutnya sebagai pengkhianat, setan, dan pembunuh umat Islam dari Sindh sampai India dan ia juga menolak untuk meminta maaf kepada Mohammed bin Zayed atas sikapnya. Di mana sikapnya ini bertentangan dengan kebijakan para penguasa Saudi yang memiliki kedekatan dengan UEA.

Bin Fahad mengatakan dalam akun Twitter-nya yang sempat dikutip “Al-Wathan” bahwa “Allah mengatakan ‘Barangsiapa yang dihinakan oleh Allah SWT maka tidak ada seorangpun yang memuliakannya’ dan Allah juga berkata ‘dan aku memberi mereka tenggang waktu, sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh’ dan Rasulullah berkata ‘bagi setiap penghianat akan ditancapkan bendera padanya di hari Kiamat’, atau sebagaimana yang dikatakan Sheikh Fakhir Mohammed bin Zayed.

Ia juga mengatakan dalam tweet lainnya sebagai tanggapan atas sebuah gambar yang diterbitkan oleh salah satu pendukung setia Bin Zayed  yang menganggap Bin Zayed sebagai simbol stabilitas UEA dan berkata “sebagaimana yang pernah aku katakan dalam gambar lainnya, sangat baik, aku tinggal di negara Anda dan aku akan bersyukur kepada Allah, jika Anda memang benar melakukannya, kami semua menyukai sifat keras Anda, namun sayangnya dari Sindh hingga Maroko mengetahui bahwa Anda telah membunuh banyak umat Islam, seorang pria baik membunuh banyak orang”. (YD/ARN)

Leave a Reply