umroh 12 hari

Warga di Dua Desa yang Bertikai Berakhir Damai dengan Restorative Justice

Dua Desa yang warganya bertikai dan saling melaporkan itu yakni, Desa Sepanjang dan Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapaeken.

Warga di Dua Desa yang Bertikai Berakhir Damai dengan Restorative Justice
FOTO: Warga dua Desa di Sapeken damai

SUMENEP, Limadetik.com – Warga di dua Desa yang beberapa waktu lalu bertikai dan saling melaporkan berhasil dimediasi Polsek Sapeken, Polres Sumenep, Jawa Timur dengan penerapan restorative justice, Rabu (18/5/2022).

Dua Desa yang warganya bertikai dan saling melaporkan itu yakni, Desa Sepanjang dan Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapaeken.

umroh 9 hari

Pemberlakuan restorative justice dilakukan Polsek Sapeken, Polres Sumenep setelah kedua belah pihak dilakukan mediasi dan kedua yang bersengketa dari dua Desa tersebut mencabut laporannya masing-masing.

“Kedua belah pihak yang sebelumnya saling melaporakan atas pertikaian di dua desa, yakni Desa Sepanjang dan Desa Tanjung Kiaok sudah saling memaafkan, dan berjanji yang perjanjiannya disertai surat pernyataan di atas materai 10000 untuk melakukan perdamaian” kata, Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (19/5/2022).

Pemberlakukan restorative justice (problem solving) dalam dugaan perkara tindak pidana aniaya yang terjadi pada hari Selasa 3 April 2022 sekira pukul 08.00 wib lalu di rumah Jiqri Ikramullah warga Dusun Tembing, Desa Sepanjang Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep.

Proses perdamaian kata Widi, dilakukan pihak Polsek Sapeken, Polres Sumenep Pada hari Sabtu 14 Mei 2022, saat itu Penyidik akan melakukan permintaan keterangan kepada korban atas nama Supandi yang sebelumnya dirawat di RS. Paramashidi – Bali untuk menindak lanjuti penanganan perkara yang telah dilaporkan atas terjadinya perselisihan warga dua Desa.

Baca Juga :  Kompor Gas Meledak, Rumah Warga di Sumenep Terbakar

“Pihak keluarga besar Supandi bersama para tokoh desa Sepanjang serta perangkat desa dari Desa Sepanjang dan Desa Tanjung Kiaok dan juga bersama – sama pihak keluarga besar Saipullah, Dkk mendatangi Polsek Sapeken, selanjutnya menyampaikan bahwa akan mencabut pelaporan tersebut” terangnya.

Tentu lanjut mantan Kapolsek Kota Sumenep itu, karena kedua belah yang bertikai sudah menyampaikan kepada Penyidik bahwa akan mencabut pelaporannya sehingga dilakukan restorative justice dengan mempertemukan kedua warga desa serta disaksikan oleh para saksi dari unsur tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat antara Desa Sepanjang dan Desa Tanjung Kiaok.

“Kemudian setelah tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak maka dibuatkan surat pernyataan yang ditanda tangani diatas materai. Dengan demikian, permasalahan yang terjadi antara warga di dua Desa sudah selesai secara hukum, dan kembali hidup damai berdampingan” tukasnya.

Tinggalkan Balasan