Warga Yordania Menuntut Agar Pemerintah Tutup Kedubes Israel

red; rudy

AMMAN, Liamdetik.com – Usai shalat Jum’at, warga Yordania di ibukota Amman, turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi menuntut pemerintah menutup kedutaan Israel. Hal ini sebagai tanggapan atas kematian dua warga negara Yordania di tangan penjaga kedutaan Zionis itu bulan lalu.

Dalam demonstrasi yang berlangsung di dekat kedutaan Israel itu para demonstran juga menyerukan pembatalan perjanjian damai 1994 dengan rezim Tel Aviv. Mereka juga mendesak pemerintah untuk membatalkan kesepakatan gas Amman dengan Israel.

Pada 23 Juli, seorang penjaga kedutaan Israel menembak mati dua warga Yordania setelah salah satu dari mereka diklaim menyerang dengan obeng. Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim bahwa penjaga tersebut bertindak untuk membela diri.

Namun, polisi Yordania mengatakan petugas tersebut menembak korban yang bekerja untuk perusahaan furnitur dimana dalam tuntutan pekerjaannya ia sering membawa obeng, dan penjaga tersebut sebenarnya memang sengaja menembak dibawah perintah, setelah bentrokan pecah didepan kedubes Israel.

Petugas keamanan Israel itu, beserta staf kedutaan lainnya, kembali ke wilayah pendudukan di bawah kekebalan diplomatik.

Yordania sendiri telah melancarkan penyelidikan atas insiden penembakan mematikan tersebut dan jaksa agung Yordania telah mengajukan tuntutan pembunuhan terhadap penjaga kedutaan Israel.

Sebelumnya, 82 anggota parlemen Yordania menandatangani sebuah petisi, mendesak pemerintah di Amman untuk mengusir duta besar Israel dan memanggil utusan Yordania ke wilayah-wilayah pendudukan.

Raja Yordania Abdullah mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengadili penjaga tersebut, dengan memperingatkan bahwa masalah tersebut membahayakan hubungan Amman-Tel Aviv. (*)

Leave a Reply