Perkuat Peran Kader Posyandu, SKK Migas–KEI dan Puskesmas Pagerungan Besar Kolaborasi Tangani Stunting

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkuat Peran Kader Posyandu, SKK Migas–KEI dan Puskesmas Pagerungan Besar Kolaborasi Tangani Stunting

LIMADETIK.COM, SUMENEP — Upaya mempercepat pencegahan dan penanganan stunting di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep terus diperkuat. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang menjadi garda terdepan dalam memantau kesehatan dan tumbuh kembang balita di tingkat desa.

Langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan kader Posyandu yang digelar SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) berkolaborasi dengan Puskesmas Pagerungan Besar, Kabupaten Sumenep, pada 22–23 September 2026.

Kegiatan ini diikuti kader Posyandu dari empat desa, yakni Desa Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Tanjung Kiaok, dan Sakala.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pencegahan serta penanganan stunting. Materinya mencakup pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi kepada keluarga, hingga penguatan peran masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Kepala Puskesmas Pagerungan Besar, H. Moh. Salim, mengatakan kader Posyandu memiliki posisi strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan.

Menurutnya, kader menjadi salah satu penghubung utama antara keluarga dengan tenaga kesehatan karena berada langsung di tengah masyarakat.

“Di wilayah Kepulauan Sapeken, khususnya Pagerungan Besar dan sekitarnya, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai penghubung antara keluarga dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan kader yang memiliki kapasitas memadai dapat membantu memastikan pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang balita dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu memastikan pemantauan kesehatan balita berjalan secara berkelanjutan,” imbuhnya.

H. Salim juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas–KEI yang dinilai memberikan perhatian terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Dengan perhatian SKK Migas–KEI ini, semoga kapasitas para kader semakin meningkat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan,” katanya.

Tak Hanya Pelatihan, Ada Pendampingan Anak Stunting

Upaya SKK Migas–KEI dalam mendukung penanganan stunting tidak berhenti pada peningkatan kapasitas kader. Pendampingan juga dilakukan secara langsung kepada anak yang mengalami stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Program tersebut dikemas melalui Program Cendana (Cegah Stunting dengan Edukasi Gizi dan Pangan Lokal) Tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan kader dan program penanganan stunting yang dilakukan SKK Migas–KEI.

Ia menyebut dukungan tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun dan menjadi bagian dari kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sumenep.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader merupakan langkah penting dalam mendukung penanganan stunting, terutama di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis dan akses pelayanan kesehatan.

“Pelatihan kader Posyandu ini merupakan bentuk semangat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kader memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga, memantau tumbuh kembang balita, serta menyampaikan edukasi kesehatan,” ujarnya.

Ellya berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat memperkuat kemampuan kader dalam menjalankan tugas di masing-masing desa, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat.

“Harapannya, kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat bersama, kita optimistis upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka Lewat Keadilan Restoratif
Bukan Sekadar Turunkan Angka, Kader Posyandu Sapeken Dibekali Hadapi Stunting
Jelang Berlayar, Penumpang Kapal di Kalianget Bisa Cek Kesehatan Gratis
HIMPASS Gelar Diskusi Publik, Bedah Wacana Perubahan Nomenklatur Kabupaten Sumenep
Papan Informasi Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot: Diduga Minim Transparansi
Promosi Wisata Tak Cukup dari Panggung, Duta Wisata Se-Madura Raya Didorong Melek Digital
Gelar Seminar “Green Generation”, KKN Universitas Annuqayah Edukasi Pelajar Darul Ulum Peduli Lingkungan
Jejak Toleransi Tionghoa di Dungkek Sumenep Disebut Berakar Sejak Era Majapahit
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:28 WIB

Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka Lewat Keadilan Restoratif

Rabu, 23 September 2026 - 16:37 WIB

Bukan Sekadar Turunkan Angka, Kader Posyandu Sapeken Dibekali Hadapi Stunting

Rabu, 23 September 2026 - 16:21 WIB

Perkuat Peran Kader Posyandu, SKK Migas–KEI dan Puskesmas Pagerungan Besar Kolaborasi Tangani Stunting

Minggu, 20 September 2026 - 15:56 WIB

HIMPASS Gelar Diskusi Publik, Bedah Wacana Perubahan Nomenklatur Kabupaten Sumenep

Minggu, 20 September 2026 - 08:42 WIB

Papan Informasi Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot: Diduga Minim Transparansi

Berita Terbaru