Bawa Nama Bondowoso, 44 Peserta PORSADIN Ditarget Juara Tingkat Jatim
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Sebanyak 44 peserta dari Bondowoso berangkat untuk ikut lomba Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) ke-7 tingkat Jawa Timur di Kabupaten Lumajang. Keberangkatan mereka dilepas di Pendopo Kabupaten Bondowoso.
Total yang berangkat ada 60 orang, terdiri dari 44 peserta dan sisanya pendamping. Mereka akan bertanding melawan peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur selama tiga hari.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) FKDT Bondowoso, Bahrul, mengatakan peserta yang berangkat ini bukan dipilih sembarangan. Mereka sudah diseleksi dari tingkat desa, kecamatan, sampai kabupaten.
“Jumlah peserta bersama pendamping sebanyak 60 orang, dengan 44 peserta yang akan mewakili Kabupaten Bondowoso,” kata Bahrul pada Limadetik.com, Jumat (25/9/2026).
Bahrul berpesan agar peserta tidak hanya pintar lomba, tapi juga harus kuat mental. Ia menyampaikan pesan Bupati agar peserta punya mental pemenang.
“Jadilah mental pemenang, jadilah mental yang kuat. Minimal kemenangan itu juara tiga, maksimalnya juara satu,” ujar Bahrul.
Direncanakan sebelum berangkat ke Lumajang, rombongan mampir dulu ke makam Habib Sholeh Tanggul Jember untuk doa bersama agar diberi kelancaran dan bisa menjadi juara umum.
Sementara itu, Sekda Bondowoso, Fathurrozi, yang melepas rombongan mengatakan Bupati Bondowoso tidak bisa hadir karena ada tugas di Surabaya. Namun Bupati menitipkan doa untuk semua peserta.
“Semoga anak-anak kita semuanya diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, lahir dan batin, serta sukses mendapatkan hasil terbaik,” kata Fathurrozi.
Fathurrozi juga berpesan, lomba ini bukan hanya soal menang kalah. PORSADIN adalah tempat untuk belajar, menunjukkan kemampuan, dan menambah teman dari daerah lain.
“Menang adalah harapan kita, juara adalah dambaan kita, tetapi bukan itu satu-satunya tujuan,” tegasnya.
Ia berharap semua peserta bisa bertanding dengan sportif dan membawa pengalaman baik untuk Bondowoso.
“Kalau Allah takdirkan menjadi juara, Alhamdulillah. Kalau belum menjadi juara, masih ada kesempatan lain. Karena sejatinya kemenangan adalah bekal menuju ketakwaan,” pungkas Sekda Fathurrozi.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu








