Pemkab Bondowoso Siapkan Rp130 Miliar untuk Program Prioritas Bupati 2027, Fokus Perbaiki Jalan
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyiapkan anggaran sekitar Rp130 miliar untuk mendukung program prioritas Bupati pada 2027. Anggaran tersebut salah satunya diarahkan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan secara bertahap dan tuntas per ruas.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, mengatakan alokasi tersebut merupakan bagian dari anggaran kegiatan fisik sekitar Rp180 miliar yang dibahas bersama Komisi III DPRD Bondowoso.
Namun, anggaran Rp180 miliar itu tidak seluruhnya digunakan untuk pekerjaan fisik karena masih terbagi untuk sejumlah kebutuhan lain, termasuk gaji dan kegiatan pendukung.
“Untuk kegiatan fisik ada anggaran Rp180 miliar, tetapi itu terbagi untuk beberapa kebutuhan, ada gaji dan kegiatan lainnya. Sementara untuk program prioritas Bupati sekitar Rp130 miliar,” kata Ansori saat dikonfirmasi Limadetik.com, Rabu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan anggaran perbaikan jalan akan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pemkab Bondowoso tidak ingin penanganan infrastruktur hanya dilakukan dengan memperbaiki sejumlah titik kerusakan secara terpisah.
Sebaliknya, perbaikan akan diarahkan agar satu ruas jalan dapat diselesaikan secara tuntas sehingga manfaatnya lebih optimal dirasakan masyarakat.
Meski demikian, Ansori menyebut panjang jalan yang bisa diperbaiki menggunakan anggaran tersebut belum dapat dipastikan. Penentuan volume pekerjaan masih menunggu detail desain atau perencanaan teknis, termasuk penetapan lokasi yang menjadi prioritas.
“Untuk dana Rp130 miliar itu bisa diperuntukkan memperbaiki berapa panjang jalan, masih akan melihat detail desainnya seperti apa. Titik-titik yang akan dikerjakan juga masih belum ditentukan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menilai penyusunan program pembangunan 2027 harus menjadi kelanjutan dari evaluasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur pada 2026.
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan perlu diterapkan agar pekerjaan yang belum selesai pada tahun sebelumnya dapat dituntaskan pada tahun berikutnya.
Ia juga mengapresiasi respons masyarakat terhadap upaya Pemkab Bondowoso dalam memperbaiki infrastruktur, meskipun pelaksanaannya masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
“Kami mengapresiasi bahwa di lapangan masyarakat menyambut baik kehadiran Pemkab dalam memperbaiki infrastruktur, meskipun dengan anggaran di tengah efisiensi yang serba terbatas,” ujar Sutriyono.
Ia mengakui, anggaran yang tersedia belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur jalan di Bondowoso. Karena itu, Komisi III meminta evaluasi pelaksanaan pembangunan 2026 dijadikan dasar dalam menentukan program tahun 2027.
Sutriyono menegaskan, perbaikan jalan sebaiknya tidak dilakukan dengan membuka banyak titik pekerjaan sekaligus, sementara ruas yang sebelumnya dikerjakan belum tuntas.
“Perbaikan yang tahun ini belum selesai harus dituntaskan. Jadi, satu ruas jalan diselesaikan terlebih dahulu, tidak serta-merta memperbaiki titik lainnya meskipun ada usulan. Dengan begitu, kalau satu ruas tuntas, dampaknya bisa lebih dirasakan masyarakat, termasuk dari sisi kualitas,” tegasnya.
Ia berharap, melalui perencanaan yang lebih terarah dan berkelanjutan, anggaran pembangunan infrastruktur pada 2027 dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bondowoso.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu









