Daerah

Dari Pekerja Toko ke Dapur Gizi Negara: Cerita Pekerja SPPG Grujugan Kidul di Balik Program MBG

×

Dari Pekerja Toko ke Dapur Gizi Negara: Cerita Pekerja SPPG Grujugan Kidul di Balik Program MBG

Sebarkan artikel ini
Dari Pekerja Toko ke Dapur Gizi Negara: Cerita Pekerja SPPG Grujugan Kidul di Balik Program MBG
Ibnu Agung saat ditemui di depan dapur SPPG tempatnya bekerja

Dari Pekerja Toko ke Dapur Gizi Negara: Cerita Pekerja SPPG Grujugan Kidul di Balik Program MBG

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi gagasan Presiden Prabowo Subianto mulai memperlihatkan dampak nyata hingga ke tingkat paling bawah.

Di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grujugan Kidul, Kabupaten Bondowoso, program ini tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Seperti Limadetik.com berkunjung saat aktivitas dapur SPPG Grujugan Kidul masih berlangsung hingga malam hari. Sejumlah pekerja tampak sibuk menyiapkan bahan pangan yang akan diolah untuk kebutuhan makan bergizi anak-anak sekolah keesokan paginya.

Salah satu pekerja, Ibnu Agung Fisabilillah (26), mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dengan SPPG, dirinya bekerja sebagai penjaga toko. Ia kemudian mendaftar sebagai pekerja dapur setelah mengetahui adanya rekrutmen tenaga kerja dari program tersebut.

“Saya sebelumnya jaga toko. Masuk ke sini lewat pendaftaran, kebetulan alamat saya juga dekat, paling satu menit sudah sampai,” kata Ibnu Agung pada Limadetik.com, Senin (15/12/2025) malam.

Di SPPG Grujugan Kidul, Ibnu Agung bertugas di bagian persiapan dapur. Tugasnya meliputi menyiapkan seluruh bahan makanan yang akan digunakan sebelum proses pengolahan dilakukan.

“Kalau persiapan itu, kita menyiapkan semua jenis bahan yang akan dipakai di dapur,” sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa sistem kerja di SPPG telah diatur sesuai standar operasional prosedur (SOP). Jam kerja dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga malam hari dengan durasi kerja sekitar delapan jam.

“Kerjanya delapan jam, mulai jam empat sore sampai selesai,” kata lulusan D4 Budidaya Perkebunan tersebut.

Menurut Ibnu Agung, program MBG yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki nilai strategis, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

“Program ini sangat baik, terutama untuk anak-anak, supaya pertumbuhannya baik dan tidak terjadi stunting. Gizinya juga tercukupi,” tuturnya.

Ia menilai, kehadiran dapur SPPG sebagai ujung tombak pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa kebijakan nasional dapat berdampak langsung di tingkat lokal.

“Cukup baik lah programnya, cukup baik,” ujarnya.

Dari sisi kesejahteraan, Ibnu Agung menyebutkan bahwa sistem pengupahan di SPPG dilakukan secara rutin dua kali dalam sebulan. Menurutnya, penghasilan yang diterima sudah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Gaji satu bulan dua kali, dua minggu sekali. Alhamdulillah cukup,” katanya.

Lebih jauh, Ibnu Agung berharap program MBG tidak berhenti sebagai kebijakan jangka pendek, melainkan dapat terus berlanjut dan diperkuat ke depan.

“Harapannya program ini tetap berlanjut, karena sangat baik untuk masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa manfaat terbesar dari program ini dirasakan langsung oleh anak-anak sebagai penerima utama makan bergizi gratis.

“Terutama untuk anak-anak, ini program yang sangat baik,” pungkas Ibnu Agung.