Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sapeken Mandek, Pelapor Kecewa Polisi Belum Tetapkan Tersangka
LIMADETIK.COM, SUMENEP — Penanganan kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan. Pelapor mengaku kecewa lantaran hingga kini belum ada penetapan tersangka oleh pihak kepolisian.
Kasus tersebut menimpa Hasbi, warga Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken. Ia melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Sapeken pada Selasa, 24 Maret 2026. Laporan itu teregister dengan nomor: STTLPM/14/RESKRIM/III/2026/SPKT/POLSEK SAPEKEN.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Dusun Tembin, Desa Sepangjang, bertepatan pada pagi hingga siang hari saat momen Idulfitri. Berdasarkan keterangan, korban tiba-tiba dipanggil oleh sejumlah orang, kemudian diduga langsung mengalami tindakan pengeroyokan.
Dalam laporan tersebut, terduga tiga pelaku yakni Ikram, Lulung, dan Rawing, yang diketahui merupakan warga Desa Sepangjang, Kecamatan Sapeken. Namun hingga kini, ketiganya belum ditetapkan sebagai tersangka.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka, di antaranya memar pada kedua mata disertai bintik merah, luka akibat pukulan di bagian belakang tubuh menggunakan kayu, serta dugaan diinjak pada bagian wajah.
Pelapor mengungkapkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi terbaru terkait perkembangan penanganan perkara dari kepolisian.
“Informasi terakhir yang kami terima, masih menunggu kedatangan saksi,” ujar pelapor, Juma (10/4/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa setidaknya sudah ada dua orang saksi dalam kasus ini. Namun, menurutnya, belum terlihat adanya langkah serius dari pihak Polsek Sapeken dalam menindaklanjuti laporan tersebut.
Pelapor mengaku kecewa terhadap kinerja Polsek Sapeken, khususnya Kanit Reskrim dan penyidik yang menangani perkara tersebut. Pasalnya, laporan yang telah berjalan selama beberapa minggu itu dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam penetapan tersangka.
Sementara itu, pihak kepolisian disebut masih melakukan pendalaman terkait motif di balik dugaan tindak kekerasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Sapeken terkait perkembangan terbaru kasus tersebut.
