“Pesantren Hijau” LPBI NU Merambah Depok

×

“Pesantren Hijau” LPBI NU Merambah Depok

Sebarkan artikel ini
64e667e6 2500 4cca ace3 c45129f3f49d

DEPOK, Limadetik.com — Lembaga Penanggulangan dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) kembali menggelar Workshop Pesantren Hijau pada 5-6 Maret 2020. Kali ini workshop dilaksanakan di Pesantren Al-Manar Azhari Depok Jawa Barat, bersama santri SMP dan ustadz-ustadzah pendamping.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Yayasan Pesantren Al-Manar Azhari, Maky Manar menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan yang hal tersebut akan berdampak bagi kesehatan manusia. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini, dan berharap akan mengubah pola hidup santri yang lebih ramah lingkungan” katanya.

Dalam sambutannya, Ketua LPBI NU Ali Yusuf menyampaikan, bahwa jangan hanya melihat warna hijau lalu hanya bisa diartikan itu lambang NU, akan tetapi warna hijau itu adalah sebuah bentuk keselarasan dan simbol kesimbangan hidup.

“Nama Pesantren Hijau tidak hanya karena mengambil warna lambang NU, tetapi hijau merupakan simbol keserasian, keseimbangan dalam kehidupan,” ungkap Ali Yusuf, Ketua LPBI NU dalam sambutannya.

Ali menambahkan, bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan tidak hanya mengembangkan pengetahuan dan intelektualitas, tetapi juga sebagai tempat pembangunan karakter para santri. Melalui Pesantren Hijau para santri diharapkan memiliki karakter yang kuat terhadap kepedulian lingkungan. Pesantren memiliki modal sosial yang tinggi dalam mengembangkan program lingkungan, apalagi NU yang memiliki ribuan jumlah pesantren di seluruh Indonesia.

“Semoga dari Pesantren Hijau ini lahir Greta Thunberg Indonesia, anak-anak muda yang mampu menyuarakan kondisi lingkungannya,” tutup Ali.

Sementara itu, Henry Pirade, hadir mewakili Kedutaan Australia menjelaskan dukungan Australia kepada program Pesantren Hijau.

“Australia mendukung program ini melalui program alumni yang diajukannya di Alumni Grand Scheme (AGS),” kata Henry.

Henry juga menjelaskan bahwa hubungan Australia-Indonesia yang sudah terjalin cukup lama agar bisa semaksimal mungkin memberikan kemanfaatan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, termasuk kemanfaatan bagi kelestarian lingkungan.

Selanjutnya, wakil Sekretaris Jenderal PBNU, H. Andi Najmi dalam pembukaan mengajak seluruh santri untuk berdiri dan mengikutinya membacakan ikrar santri. Ikrar tersebut berbunyi. “Kami para santri nusantara berjanji, akan senantiasa menjaga kelestarian lingkungan di manapun kaki ini dipijak.”

“NU sudah sejak lama konsen dengan isu lingkungan, tahun 90-an KH Ali Yafie, waktu itu Wakil Rais Syuriah PBNU menulis buku Merintis Fiqh Lingkungan. Saya berharap melalui Pesantren Hijau ini, akan lahir tokoh sekaligus penggerak lingkungan dari pesantren,” pungkas Andi yang dilanjutkan membuka acara.

Dalam acara itu dilakukan juga penyerahan secara simbolis buku panduan Menuju Pesantren Hijau oleh PBNU kepada perwakilan Kedutaan Australia, dan penyerahan papan nama Jaringan Pesantren Hijau LPBI NU oleh Ketua LPBI NU kepada perwakilan pesantren. (LPBINU/red)