Opini

Politik Damai dan Sehat Demi Harmonisasi untuk Kota Malang

×

Politik Damai dan Sehat Demi Harmonisasi untuk Kota Malang

Sebarkan artikel ini
Politik Damai dan Sehat Demi Harmonisasi untuk Kota Malang
Syahril Batman

Politik Damai dan Sehat Demi Harmonisasi untuk Kota Malang

Penulis: Syahril Batman
Aktivis Pergerakan Komunis

_________________________________

OPINI – Setelah pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 secara serentak di Indonesia. Pilkada ini dilaksanakan untuk memilih kepala daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Pilkada diatur berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Pelaksanaannya dikelola oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang juga dibantu oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk memastikan transparansi dan keadilan.

Tahapan Pilkada 2024 sendiri telah ditetapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024. PKPU ini mengatur tahapan dan jadwal pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, termasuk wakil-wakilnya, secara rinci.

Sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Timur, Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai kota yang maju, tetapi juga menyimpan harapan besar dari masyarakatnya. Dengan terpilihnya pemimpin baru yang progresif, diharapkan berbagai problematika Kota Malang dapat ditangani secara efektif untuk menciptakan perubahan yang signifikan.

Pilkada Kota Malang bukan sekadar ajang memilih pemimpin. Ini adalah momentum penting bagi masyarakat Kota Malang untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjaga persatuan dan kedamaian, serta membangun harapan bersama demi masa depan kota yang lebih baik.

Banyak harapan dan cita-cita masyarakat yang dititipkan kepada para kandidat calon gubernur, bupati, dan wali kota. Para pemimpin yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar untuk membawa Kota Malang ke arah yang lebih baik selama lima tahun ke depan.

Di sisi lain, demi menjaga Pilkada tetap bersih, masyarakat harus waspada terhadap praktik money politics yang dapat merusak demokrasi. Pilkada juga harus menjadi alat untuk mempererat kebersamaan, bukan sekat yang memisahkan hubungan emosional masyarakat hanya karena perbedaan pilihan politik.

Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Setiap individu memiliki hak dan kebebasan untuk memilih pasangan calon yang dianggap mampu membawa Kota Malang menjadi lebih baik. Mari bersama-sama menjadikan Pilkada ini sebagai momentum kebangkitan bagi berbagai wilayah di Kota Malang.

Pilkada yang damai, yang mempersatukan, adalah harapan besar masyarakat. Para calon kandidat gubernur, bupati, dan wali kota diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan membawa visi yang progresif dan misi yang konkret demi tujuan bersama, yaitu Kota Malang yang lebih maju dan harmonis.

Akhirnya, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kondusivitas selama Pilkada berlangsung. Kelancaran dan ketertiban pemilihan yang adil serta bersih adalah kunci sukses untuk mewujudkan harapan besar masyarakat Kota Malang di masa depan.