Daerah

Thoriqul Khoir Komentator dalam akun YT Roominesia Menyuarakan Pandangannya terkait Demokrasi Indonesia yang Terancam

×

Thoriqul Khoir Komentator dalam akun YT Roominesia Menyuarakan Pandangannya terkait Demokrasi Indonesia yang Terancam

Sebarkan artikel ini
Thoriqul Khoir Komentator dalam akun YT Roominesia Menyuarakan Pandangannya terkait Demokrasi Indonesia yang Terancam
Thoriqul Khoir dan Ahmad Fauzi dalam perbincangan hangat di kanal YouTube Roominesia, membahas kekhawatiran terhadap arah politik dan demokrasi di Indonesia (foto/YT Romenesia)

Thoriqul Khoir Komentator dalam akun YT Roominesia Menyuarakan Pandangannya terkait Demokrasi Indonesia yang Terancam

LIMADETIK.COM, MALANG – Thoriqul Khoir, dalam acara komentator politik yang kerap menyuarakan pandangannya melalui kanal YouTube Roominesia, pada Senin (9/8/2024) menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi politik dan demokrasi di Indonesia, Selasa (10/9/2024).

Thoriqul menegaskan bahwa jarak antara pemerintah dan DPR dengan aspirasi rakyat semakin lebar, dan mendesak perlunya penyelamatan demokrasi sebagai pilar utama bangsa.

Dalam video yang di unggah di kanal Youtube Roominesi yang berlangsung baru-baru ini, Thoriqul Khoir secara tegas mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku elit politik di Indonesia. Ia menyatakan bahwa tindakan DPR sering kali mengabaikan kepentingan rakyat, sebuah situasi yang menurutnya harus segera diubah.

“Saya sudah capek dengan kelakuan DPR yang begitu-begitu saja. Ini adalah persoalan bangsa yang harus diselamatkan,” ungkapnya

Lebih lanjut, Thoriqul menekankan pentingnya membangun kesadaran kritis di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa, untuk terus didorong. Ia juga menyoroti perlunya literasi politik dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

“Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penonton. Kita harus terlibat aktif untuk menyelamatkan demokrasi dan masa depan bangsa,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad Fauzi menambahkan, negara sedang berada pada zaman kegalauan.

“Ada 3 kegalauan negara, pertama tentang kebijakan yang dibuat kontradiksi dengan harapan di hati masyarakat. Kedua, pejabat lebih berdasarkan politik bukan kebutuhan masyarakat dan pemahaman pejabat yang gagal memaknai fungsinya di sektor publik,” pungkas host Komentator di Channel Youtube Roominesia.